Pemaparan kasus perampokan.

MEDAN-M24

Tim gabungan Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Reserse Mobile (Resmob) meringkus komplotan perampok sepesialis jalan tol. Empat pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat diamanakan.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, didampingi Kasubdit III/Jahtanras, AKBP Maringan Simanjuntak, memaparkan kasus penangkapan komplotan perampok spesialis jalan tol tersebut, Senin (25/3).

“Jadi, komplotan ini ada lima orang, satu di antaranya wanita,” kata Andi Rian di hadapan wartawan.

Loading...

Dijelaskan Andi Rian, penangkapan komplotan perampok ini berawal dari adanya empat laporan polisi yang diterima Polda Sumut dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kemudian, Tim Subdit Jahtanras dan Resmob langsung membentuk tim guna melakukan penyelidikan.
Hasilnya, tim berhasil mengantongi identitas para pelaku. Mereka adalah Deni Pasaribu alias Kumis, Dewi Br Sinaga, Perianto Siregar, Esron Tambunan dan Irwansya alias Buyung.
Nah pada Minggu (23/3) lalu, tim petugas berhasil mengendus keberadaan kompotan itu dan berhasil meringkusnya.

Saat diinterogasi, kelima tersangka mengaku telah 4 kali beraksi. Lokasinya, di antaranya di Jalinsum depan tol Teluk Mengkudu Serdang Bedagai (Sergai) pada 6 Maret 2019; di Jalan Tol Firdaus Sergai pada 17 Maret 2019; Jalan Tol Percut Seituan pada 14 Maret 2019, dan Jalan Tol Desa Medan Estate Patumbak pada 28 Februari 2019.

“Modusnya, mereka menyamar sebagai polisi (Ditresnarkoba). Dalam aksinya mereka mengacungkan pistol mancis kepada korban. Setelah korban dilumpuhkan, korban dibuang ke daerah lain dalam kondisi mata dan tangan dilakban. Selanjutnya para pelaku kabur dengan mobil korban,” terang Andi Rian.

Masih Andi Rian, para korban umumnya pengendara mobil angkutan, seperti jenis L-300 pengangkut barang dan mobil box.

7 Penadah

Usai menggasak mobil par korban, para pelaku kemudian menjualnya kepada sejumlah penadah. Mereka lebih dulu ‘mencincang’ dan menimpa nomor rangka dan nomor mesin mobil yang dirampok.

Karena itu, sambung Andi Rian, pihaknya lalu melakukan pengembangan. Dalam pengembangan, polisi akhirnya berhasil menangkap 7 orang penadah. Mereka adalah Baginda Simanjuntak, Indra Tarigan, Erik Estrada, Ahmad Nasir, Yusrita Br Pasaribu, Basdi Saragih dan Ricard Marpaung.

“Dari penangkapan para pelaku, kita mengamankan 2 unit mobil L-300 warna hitam. Selain itu, turut diamankan 1 buah mancis berbentuk pistol, pisau lipat, celurit, pisau tactical, pisau bersarung, 2 gunting, lakban, tang kartu E Tol milik korban, surat jalan mobil L-300 dan uang Rp5 juta,” terang Andi Rian.

Dari keterangan para pelaku, lanjut Andi Rian, uang hasil kejahatan digunakan para pelaku untuk foya-foya. Bahkan, tutur Andi Rian, sebelum melakukan aksinya, para pelaku lebih dahulu mengonsumsi sabu-sabu untuk memicu keberanian saat beraksi.

“Ya, jadi kelima tersangka ini mengaku mengonsumsi narkoba sebelum beraksi. Namun belum kita tes urine mereka,” timpal Kasubdit III/Jahtanras Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak.

Selain itu, Maringan menyebut masih memburu satu mobil atau barang bukti lain yang belum berhasil diamankan. “Kita juga masih memburu satu mobil lain dan juga beberapa tersangka yang belum berhasil tertangkap,”ucapnya.

Untuk itu, dia mengimbau agar penadah yang belum tertangkap segera menyerahkan diri ke Mapolda Sumut sebelum diberikan tindakan tegas dari Tim Gabungan Subdit Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Reserse Mobile (Resmob) Polda Sumut.

“Sejauh ini kasusnya masih terus kita lakukan pengembangan. Sedangkan kepada 5 tersangka akan dikenakan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (ahmad)