Pembersihan Danau Siombak.

MEDAN-M24

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan membersihkan sampah di kawasan Danau Siombak Jln Pasar Nippon, Kel Paya Pasir, Kec Medan Marelan, Jumat (8/2). Sebelumnya, warga mengeluh karena salah satu objek wisata air di Kota Medan itu banyak ditemukan sampah.

Kadis DKP Kota Medan, HM Husni pun langsung mengerahkan petugasnya membersihkan sampah dari pinggir danau buatan seluas 40 hektare dan kedalaman 12 meter. Dengan menggunakan rakit dari rangkaian drum plastik bekas, para pekerja yang dilengkapi pelampung oranye mengangkati sampah yang berbahan plastik tersebut.

Selanjutnya sampah itu di tempatkan dalam kotak sampah dan dimasukkan dalam truk, untuk dibawa menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun. Sampah yang memenuhi pinggiran Danau Siombak sudah berkurang, sehingga kawasan itu terlihat lebih bersih.

Loading...

Disebutkan Husni, sampah di pinggiran Danau Siombak berasal dari aktifitas pembuangan sampah liar sebagian masyarakat, yang tinggal di bantaran Sungai Terjun dan Sungai Bederah. Dari hasil investigasi tim yang diturunkan DKP ke lokasi, hanya aliran kedua sungai itu mengalir langsung ke Danau Siombak.

“Ketika air pasang terjadi, sampah-sampah dari bantaran kedua sungai ini terbawa hingga Danau Siombak. Jadi sampah-sampah ini bukan berasal dari TPA Terjun yang seperti dikeluhkan,” kata Husni didampingi Dr Indra Utama, pengamat lingkungan.

Selain itu, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, struktur jenis sampah juga berbeda dengan di TPA Terjun. Sebab, tambak/kolam maupun alur paluh yang berbatasan langsung dengan TPA Terjun tidak terindikasi tercemar sampah.

“Kecil kemungkinan sampah jatuh dan masuk dalam alur palur. Apalagi antara TPA dan alur palung masih dibatasi dengan rawa-rawa,” jelasnya.

Sekcam Medan Marelan, Suhariadi membenarkan hasil penelusuran oleh tim DKP. Sampah yang mencemari Danau Siombak bukan berasal dari TPA Terjun melainkan Sungai Terjun dan Sungai Bederah. “Kita tahu itu, sampah-sampah yang ada di Danau Siombak itu bukan berasal dari TPA Terjun, tetapi sampah dari Sungai terjun dan Sungai Bederah,” ungkap Suhariadi. (adlan)