Korban yang diracun saat dirawat di rumah sakit.
Brandan-M24
Elvis Sangkot jadi urusan pihak kepolisian. Ia ditangkap setelah nyaris menghabisi nyawa dua keluarga dengan nasi goreng dicampur racun tikus.

Petugas mengamankan Elvis Sangkot (55) dari kediamannya di Jln Besitang, Kel Brandan Barat, Kec Babalan, Kab Langkat, Minggu (13/1). Pasalnya, ia nyaris membunuh dua keluarga hanya karena ditinggal kabur istrinya.

Kapolsek Pangkalan Brandan, Iptu Dahnial Saragih SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Yudianto menuturkan, perbuatan nekat pelaku diawali istrinya yang lari. Sang istri disebut tak terima karena Elvis Sangkot tak mau membantu usaha cuci pakaian (laundry) yang mereka miliki. Keduanya juga kerap terlibat cekcok dikarenakan sikap pelaku.

Mengetahui istrinya tak pulang, Elvis coba mencari tahu dengan bertanya kepada kakak iparnya, Sukarni (45) yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Hanya saja, Sukarni tak mengetahui keberadaan adiknya itu. Jawaban yang sama juga didapat Elvis ketika bertanya ke teman istrinya, Sri Astuti (41), warga Jln Tanjungpura Gg Keluarga, Desa Pelawi Utara, Kec Babalan, Kab Langkat.

Hanya saja, Elvis tak percaya. Bahkan keluarga kakak ipar dan sahabat istrinya dianggap sengaja menyembunyikan istrinya. Tak terima, Elvis pun gelap mata dan menyusun siasat jahat. Tepatnya Sabtu (12/1) sekitar pukul 18:30 WIB, Elvis bersama anaknya bernama Jefri mendatangi kediaman Sukarni dan menyerahkan nasi goreng kemudian langsung pergi. Tanpa curiga, Sukarni menyantap nasi goreng tersebut bersama anaknya Rizka Rahmadhani Daulay (11). Namun, tak lama berselang, keduanya langsung mengalami mual dan muntah-muntah. Melihat istri dan anaknya mengalami muntah-muntah, Jebat Daulay (47) langsung melarikan keduanya ke Rumah Sakit Pertaminan, Pangkalan Brandan.

Saat berada di rumah sakit, Jebat Daulay mendapat kabar dari kakak iparnya bahwasannya satu keluarga di di Jln Tanjungpura Gg Keluarga juga mengalami mual dan muntah-muntah. Kali ini korbannya adalah teman dari istri pelaku, Sri Astuti, Frili Ananda Putri (30) dan Frita (16). Ketiganya langsung dilarikan ke Puskesmas Pangkalan Brandan.

Dari keterangan ketiganya, mereka muntah-muntah setelah memakan nasi goreng yang diantar pelaku. Berdasarkan itu, Jebat langsung membuat pengaduan ke Polsek Pangkalan Brandan. Dari hasil pemeriksaan medis, korban disebut mengalami keracunan.

“Setelah menerima laporan polisi, Kanitreskrim dan anggota memeriksa saksi-saksi dan mengecek para korban ke RS Pertamina Pangkalan Brandan dan Puskesmas Pangkalan Brandan. Berdasarkan keterangan para korban bahwasannya Jefri ada mengantar nasi goreng yang disuruh oleh pelaku,” tutur Dahnial Saragih.

Berdasarkan keterangan saksi, petugas langsung bergerak ke rumah pelaku yang berhasil diamankan tanpa perlawanan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku digiring ke Mapolsek.

Di Polsek Pangkalan Brandan pelaku mengaku perbuatannya. Pelaku membeli nasi goreng sebanyak 2 bungkus. Di rumah, nasi goreng tersebut ditaburi dengan racun tikus merk Timex. Selanjutnya nasi bungkus yang sudah diracuni itu diantar ke rumah para korban.

“Aku sakit hati Pak. Istriku lari dan kudengar istriku bersembunyi ke rumah kakak iparku dan sahabatnya di Desa Pelawi. Lantaran tiap saat kutanya katanya mereka tidak tahu kemana istriku. Rasanya mereka sudah merondok-rondoki istriku,” ucap pelaku kepada petugas.

Kanitreskrim Polsek Pangkalan Brandan, Iptu Yudianto menambahkan, pelaku bersama barang bukti sisa nasi goreng bercampur racun tikus sudah diamankan. “Pelaku dijerat UU Percobaan Pembunuhan,” tegasnya. (rudi)

editor: juni ardi tanjung