Ketua PB Porprovsu.

MEDAN-M24

Ketua Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu), H Sakiruddin mengamjuk saat disinggung perihal keterlambatan pendistribusian medali pada atlet.

Adalah Sekretaris Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumut, Ahmad Rifai Parinduri yang mulanya mempertanyakan perihal pendistribusian medali tersebut pada Sakiruddin, Senin sore kemarin. Saat itu, Sakiruddin dan Ahmad Rifai Parinduri sama-sama tengah berada di Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut, kawasan Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Deliserdang.

Dengan nada tinggi, Sakiruddin justru meminta Ahmad Rifai bertanya pada Hj. Deliana, salah seorang fungsionaris KONI Sumut yang bertindak sebagai rekanan dalam pengadaan medali Porprovsu 2019.

Loading...

“Jangan tanya sama saya. Tanyakan langsung sama si Deliana, kenapa bisa terlambat pendistribusian medali ke kabupaten/kota,” tukas Sakiruddin, yang juga tercatat sebagai Wakil Ketua di KONI Sumut.

Peristiwa yang melibatkan Sakiruddin dan Ahmad Rifai itu berlangsung di hadapan sejumlah wartawan. Mengingat keterlambatan pendistribusian medali sempat menjadi polemik dalam penyelenggaraan Porprovsu beberapa waktu lalu, awak redaksi Metro 24 yang juga berada di Sekretariat KONI mencoba mengonfirmasi Sakiruddin. Konfirmasi dimaksudkan untuk pemberitaan, sehingga publik mendapat penjelasan dari pihak paling berkompeten di Porprovsu.

Alih-alih mendapat penjelasan, wartawan Metro 24 tak urung menjadi sasaran kemarahan Sakiruddin. Dengan nada yang tak kalah tinggi dibanding saat meladeni Ahmad Rifai, Sakiruddin berseru, “Terserah kau mau tulis apa tentang aku. Mau kau tulis Ketua PB tak siap, suka hati kau!”

Sekretaris Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, M Samsir menjadi salah satu wartawan yang menyaksikan amarah Sakiruddin.

Mencoba menurunkan tensi, wartawan koran ini pun berargumentasi bahwa wajar pertanyaan seputar medali itu diajukan kepada Sakiruddin, mengingat dia merupakan tampuk pimpinan panitia dalam penyelenggaraan Porprovsu 2019.

Namun, kemarahan Sakiruddin semakin menjadi-jadi. Sembari menggebrak meja, pensiunan pegawai di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut (Disporasu) itu berkata, “Kau ingat ya. Aku bukan anak kemarin yang bisa ditakut-takuti. Sekali lagi, kau dan kalian mau apa? Jangan cari duit di sini! Saya sudah capek dengan masalah seperti ini. Ingat, ini bukan kemarin sore!”

Belum puas, dengan wajah memerah Sakiruddin kembali mencerca. Kali ini dia membawa-bawa nama Almarhum Amran YS, yang semasa hidup pernah menjabat Ketua Pemuda Pancasila Sumut dan juga Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Sumut. Di Sumut, sosok Amran YS sangat dihormati mengingat kiprahnya di bidang kepemudaan dan politik.

Tak hanya itu, dia juga menyebut nama Simon Pramono, mantan Kepala Biro LKBN Antara yang juga sudah berpulang keharibaan Yang Maha Kuasa.

“Nanti seperti almarhum Simon Pramono, nangis dihajar Amran YS. Aku bisa kok mengatasi sendiri, perkara belakangan!” serunya sembari menatap tajam wartawan Metro 24.

Sebelum beranjak meninggalkan Ahmad Rifai Parinduri dan kalangan wartawan, Sakiruddin menyempatkan diri mengungkap sesuatu yang tabu bagi kalangan jurnalis. “Biar kalian tau ya, sudah sepuluh tahun aku memikirkan untuk biaya minyak kendaraan dan rokok kalian selaku wartawan,” ujarnya.

Karena tak mendapat penjelasan dari Sakiruddin, wartawan Harian Metro 24 kemudian menghubungi Hj Deliana lewat telepon selular. Dari seberang telepon, Selasa (16/7), Deliana mengatakan, “Saat ini udah tidak ada masalah lagi. Memang kemarin saya akui ada keterlambatan. Mengapa terlambat, karena pembuat medalinya meninggal dunia.” (ayub)