Ketiga tersangka bersama barang bukti saat diamankan. (wan/metro24.co)

SERGAI, Metro24.co – Ditangkap di Simpang Bingkat, sopir truk dan kernetnya malah coba menipu petugas Polsek Perbaungan. Dipikirnya polisi bisa dikecoh saat sabu dibilang garam. Inilah cerita penangkapan dua orang warga Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, Sumut…

Seorang sopir dan dua kernetnya disergap Tekab Unit Reskrim Polsek Perbaungan, saat sedang melintas di Simpang Desa Bingkat, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sergai, dengan mengendarai truk Colt Diesel Nopol BK 8339 CB.

Informasi yang dihimpun metro24.co, ketiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial, MRRS (36), RR (20), M (20). Ketiganya beralamat sama di Dusun VII, Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Sergai.

Selain itu, petugas mengamankan barang bukti, 1 plastik klip transparan ukuran sedang berisikan butiran kristal warna putih diduga sabu dengan berat 0,80 gram, 2 pipet yang sudah dimodifikasi, 1 botol minuman merk Pocari Sweat, 1 karet dot, 1 pipet skop, 2 mancis dan uang Rp40 ribu.

“Penangkapan berdasarkan informasi warga di Simpang Desa Bingkat, tepatnya didalam truk ada transaksi narkoba,” kata Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang SH MHum didampingi Kapolsek Perbaungan, AKP JM Sitompul, Selasa (30/6/2020).

Selanjutnya Tekab unit Reskrim yang di pimpin Kanit Reskrim Iptu M Tambunan serta anggota langsung menindaklanjuti informasi tersebut dan mendatangi TKP untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Penggeledahan pun dilakukan dan ditemukan sejumlah barang bukti.

Awalnya ketiganya kompak tak mengaku. Mereka mengatakan, barang bukti yang ditemukan polisi adalah garam. Namun petugas tak mudah dikecoh. Setelah didesak, akhirnya mereka mengakui itu adalah sabu.

Saat ini para tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Sat Res Narkoba Polres Sergai. “Ketiga tersangka dijerat Pasal 114 ayat(1) subs pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 dan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tandas Kapolres Sergai. (wan/metro24.co)