Mobil angkot Rajawali.

MEDAN-M24

Setelah 2 hari mendapat perawatan medis, nyawa Ari Purnomo (30), tak bisa terselamatkan. Istrinya, Nuri (27), saat ini masih menjalani perawatan di RS Sembiring Delitua.

Disebutkan Nardi (50), kerabat keduanya, Ari dan Nuri merupakan suami istrinya. Keduanya ditabrak mobil angkutan umum (angkot) Rajawali. “Jenzahnya sudah dikebumikan di TPU Muslim Patumbak I,” ujar Nardi yang tinggal di Jalan Patumbak-Delitua, Dusun ll Kampung Banteng, Desa Patumbak 1, Kec Patumbak, kepada wartawan saat ditemui di Polsek Patumbak Selasa (19/2).

Menurut informasi, kecelakaan bermula ketika pasangan suami istri (pasutri) yang menetap di Jalan Patumbak-Delitua, Patumbak I, Patumbak, berncana pulang selepas bekerja dari Perusahaan PT. Tani Mas Soap Indnstries, yang berada di Jalan Pertahanan Patumbak, Dusun ll, Desa Sigara-gara, Kec Patumbak, Kab Deli Serdang. Keduanya menju kediaman mereka dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Namun dari arah yang berlawanan, tiba-tiba muncul angkot Rajawali berplat BK 7366 OL. Seketika angkot yang melaju kencang itu menghantam kendaraan pasutri tersebut.

Loading...

Keduanya terpental dan terhempas ke aspal dan mengalami luka parah di kepala.
Warga sekitar lokasi kecelakaan, membawa keduanya ke RS Sembiring Delitua. Namun Selasa (19/2) sekira pukul 06.00 WIB, Ari yang punya dua anak itu menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

Ia berharap agar petugas Polsek Patumbak segera menangkap sopir Rajawali tersebut dan diproses secara hukum yang berlaku.

“Bila perlu, angkutan Rajawali dirazia. Sebab, sudah sering kali melanggar para pengendara roda dua hingga tewas dan juga mencelakakan penumpang,” tandasnya. (ahmad)