Jasad Sampurna Sembiring.

LANGKAT-M24

Pemuda ini mengamuk ketika dinasihati ayahnya agar tidak memakai narkoba. Tanpa ampun, dia menghunjami tubuh sang ayah dengan pisau, hingga tewas!

Kasus anak bunuh ayah kandung terjadi Senin (13/5), sekira pukul 21.00 WIB. Korban bernama Sampurna Sembiring (56), warga Jalan Samanhudi, Ling V, Kel Bela Rakyat, Kec Kuala, Langkat. Sedangkan sang pelaku adalah Haga Juakta Sembiring (30).

Kasubag Humas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan, Selasa (14/5) menjelaskan, Sampurna ditemukan tewas dalam posisi terlentang di rumah kontrakannya. Pihaknya mengetahui hal itu setelah warga melapor.

Loading...

Kepada petugas, warga mengatakan di salah satu rumah kontrakan telah terjadi pertengkaran antara bapak dengan anak kandungnya. Personel selanjutnya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas Polsek Kuala hendak melakukan pengecekan ke rumah.

“Saat itu petugas sempat menanyakan keberadaan korban kepada tersangka. Namun, tersangka ketika itu menyebut ayahnya ada di kamar dan telah dibunuhnya,” kata Arnold.

Mengetahui hal itu, kata Arnold, Kapolsek Kuala AKP A. Harahap memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Andri GT Siregar, dan personel mengamankan Haga.

Lalu petugas masuk ke kamar. Di situ petugas menemukan korban sudah tidak bernyawa dengan posisi terlentang. Baju kaosnya sobek dan berlumuran darah.

Tersangka selanjutnya dibawa ke Markas Polsek Kuala, sedangkan korban dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan medis tahap awal. Setelah dipastikan benar-benar tak lagi bernyawa, korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut di Medan.

Dari keterangan beberapa saksi, pembunuhan itu diduga dilatari karena tersangka tak terima tiap hari dinasihati oleh korban agar tidak mengkonsumsi narkotika. Malam itu, tersangka yang tengah dinasihati mendadak mengamuk. Ia mengambil pisau dan menikamkannya ke tubuh sang ayah. Tikaman mengenai ulu hati korban. Akibatnya korban tewas bersimbah darah.

Arnold melanjutkan, dari tempat kejadian perkara (TKP) polisi mengamankan barang bukti baju yang sudah berlumur darah dan pisau dapur.

#Nyabu Sejak 2010
Kanit Reskrim Polsek Kuala, Iptu Andri Siregar, menjelaskan korban dan putranya tak tinggal serumah. Namun, rumah mereka sama-sama masih berada di Jalan Samanhudi, Bela Rakyat.

Setiap siang dan malam hari korban menyambangi rumah kontrakan Haga, mengantarkan lauk-pauk. Setiap datang dia kerap memberi nasihat. Tersangka, katanya, pemakai narkoba aktif jenis sabu-sabu sejak 2010.

“Setiap hari ayahnya mengantarkan lauk makanan ke rumah kontrakan tersangka. Itu tadi, setiap kali datang dinasihati. Tadi malam puncaknya, begitu diantar sayurnya dan dinasihati lagi, ada di situ parang ditikamnya ayahnya,” ungkap Andri.

Disebutkan Andri, kasus ini masih terus didalami. “Tersangka dan para saksi masih kita periksa, untuk dimintai keterangannya,” pungkas Andri. (rudi)