JAKARTA,Metro24.Co – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) memulai pelaksanaan Kegiatan Magang Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) pada Senin (05/07/2021).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah yang juga menjadi pilot project di lembaga/instansi lainnya dengan tujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala PPSDM, Deni Santo saat membuka kegiatan yang dilakukan secara daring ini. Menurutnya, Kementerian ATR/BPN sangat serius dalam melaksanakan program MBKM.

“Kita serius ingin memberikan pengalaman kerja kepada para mahasiswa, membuat program magang ini. Kami sudah melaporkan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dikbud-Ristek), untuk bisa secara bersama-sama diawasi karena ini menjadi program nasional,” ujarnya.

Selama kegiatan magang, ia memastikan, mahasiswa akan dinilai berdasarkan indikator kerjanya. Para mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih satuan kerja yang diminati. Kepala PPSDM menegaskan, seluruh satuan kerja akan memperlakukan mahasiswa magang sama dengan pegawainya.

“Kita tidak membatasi ingin ke mana minatnya, yang namanya MBKM itu kebebasan diberikan kepada mahasiswa untuk menentukan apa yang diinginkan dalam program ini. Kita memberitahu universitas, memenuhi syarat atau tidak, jurusan apa untuk memilih unit/satuan kerja, serta bagaimana mengkonversi SKS-nya di universitas masing-masing,” terang Deni Santo.

Lebih lanjut, Deni Santo mengatakan bahwa Kementerian ATR/BPN akan memberikan dua sertifikat, yaitu sertifikat pelatihan dan sertifikat magang sebagai bekal para peserta magang untuk menghadapi dunia kerja. “Sertifikat itu berisi kompetensi apa saja yang didapatkan. Itu akan menjadi referensi untuk melamar pekerjaan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi PPSDM, Bambang Gunawan melaporkan bahwa tercatat sebanyak 8.000 pendaftar kegiatan magang MBKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.621 mahasiswa mendapatkan rekomendasi dari universitas untuk mengikuti MBKM di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

“Tugas peserta magang, melaksanakan program magang sesuai dengan etika dan profesionalisme, sesuai dengan arahan pembimbing yang telah ditentukan atau ditugaskan, melaporkan setiap kegiatan magang secara teratur kepada mentor dan pembimbing dengan mengisi log book, lalu membuat laporan akhir pelaksanaan magang dan mempresentasikannya pada akhir pelaksanaan magang,” papar Bambang Gunawan.

Sebagai informasi, peserta magang MBKM Kementerian ATR/BPN ini akan disebar ke seluruh satuan kerja di pusat maupun daerah. Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga bulan, dengan jadwal antara lain 5-14 Juli 2021, mengikuti pelatihan secara blended learningm zoom meeting; 15 Juli 2021, mengikuti launching program MBKM secara virtual; 19 Juli-1 Oktober 2021, pelaksanaan kegiatan magang sesuai satuan unit kerja masing-masing; 4-8 Oktober 2021, penyusunan laporan akhir kegiatan magang; 11-15 Oktober 2021, presentasi hasil laporan kegiatan magang; dan 20 Oktober 2021, penyerahan sertifikat dan pengembalian mahasiswa magang. (YS/JR/red)