Kapolres Sergai saat memaparkan kasus narkoba.

PERBAUNGAN-M24

Istri seorang bandar (BD) sabu di Kampung Tempel, Perbaungan berteriak histeris begitu petugas dari Sat Narkoba Polres Sergai merangsek masuk ke dalam rumah. Teriakan makin menjadi-jadi manakala petugas mulai melakukan penggeledahan.

Teriakan sang istri jelas membuat warga sekitar berhamburan mendatangi rumah yang berada di Dusun III Link Tempel, Kel Simpang III Pekan, Kec Perbaungan, Sergai. Setelah mengetahui polisi yang datang untuk melakukan penggeledahan, warga pun akhirnya mundur teratur.

Dari penggeledahan yang dilakukan di rumah MA alias A (30), petugas mendapat barang bukti tambahan berupa 42 plastik klip kosong dan pipet. Dari rumah tersangka MG alias G (29), warga yang sama, petugas juga mengamankan barang bukti 1 paket sabu, serta puluhan plastik klip dan dua timbangan elektrik.

Loading...

Informasi yang diterima M24 menyebutkan, awal mulanya petugas yang mendapat kabar soal peredaran sabu di Kampung Tempel melakukan penggerebekan, Rabu (6/2) sekira pukul 05:00 WIB. Saat itu, penggrebekan tidak membuahkan hasil. Namun ketika petugas sedang melakukan penggrebekan, MA alias A melintas. Gerak geriknya ketika melintas sangat mencurigakan. Petugas Sat Narkoba Polres Sergai lantas mengamankan MA.

Nah ketika diamankan petugas, dari saku celanan MA ditemukan 2 paket sabu. Tak puas dengan hasil tersebut, petugas lalu mengintrogasi A untuk mengetahui asal sabu tersebut. Dari nyanyian A, tersebutlah kalau dia memperoleh sabu dari rekannya MG alias G (29). Tidak ingin menunggu lama, petugas langsung menjemput G.

“Petugas sempat kewalahan saat melakukan pengembangan dan menggeledah rumah A lantaran istrinya menjerit histeris hingga mengundang kehadrian warga. Tapi petugas berhasil masuk dari pintu belakang mengamankan barang bukti tambahan berupa 42 paltik klip kosong, pipet, sedangkand dari rumah G diamankan 1 paket sabu, serta puluhan plastik klip dan dua timbangan elektrik. Selanjutnya kedua tersangka kita amankan ke Sat Narkoba Polres Sergai,” kata Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu, Kamis (7/2) saat menggelar konfrensi pers di Mapolres Sergai.

Dia menambahkan, dari keterangan G, tersangka mengaku sudah lima bulan berjualan sabu pasaran 1 gram yang dibeli seharga Rp850 ribu. “Sabu itu selanjutnya dikemas dengan paket seharga Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Dalam satu gram, G mampu mendapat keuntungan Rp200 ribu dan sabu itu bisa habis selama 1 hingga dua minggu,” pungkasnya. (darmawan)

editor: juni ardi tanjung