ilustrasi

MEDAN-M24

Propam Polrestabes Medan akan menyelidiki oknum personel Percut Sei Tuan, Brigadir R alias T, yang mengancam wartawan.

Seperti diketahui, R alias At memaksa menghentikan laju sepeda motor wartawan koran ini saat melintas di Jalan Letda Sudjono, Kel Bandar Selamat, Kec Medan Tembung, Sabtu (6/7) siang. Oknum polisi tersebut diduga juga mengancam akan memukul korban.

Selanjutnya wartawan koran ini, Irwan, Senin (8/7) siang dipanggil Unit Propam Polrestabes Medan mengenai hal itu. Ia diminta memberikan keterangan kepada Penyidik Propam Polrestabes Medan mengenai perlakuan oknum R alias At.
Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Abdul Mutalib, mengatakan telah menindaklanjuti berita tersebut. “Akan kita lakukan penyelidikan,” ujarnya.

Loading...

Menurut Irwan, pada Sabtu (6/7), ia sedang mengendarai sepeda motor menuju Polrestabes Medan. Tiba-tiba dari belakang, tepatnya di Jalan Letda Sudjono dekat Sekolah Budi Satrya, Irwan dipepet Brigadir R alias A yang saat itu dibonceng temannya.

Sambil memaki-maki, R terus memepet kenderaan Irwan. Irwan tetap melajukan sepeda motornya. R membuka helm yang dipakai dan memegang dengan tangn kirinya, lalu dengan arogan R memaksa memberhentikan kenderaan yang Irwan kendarai. “Berhenti kau, pinggir kau,” perintah R sambil mengangkat helmnya.

Namun hal itu tak diperdulikan Irwan. Ia tetap melajukan sepeda motornya. Saat hampir di dekat Polsek Percut, R menghilang.

Perlakuan R diduga terkait pemberitaan belum lama ini. R alias At dikabarkan kenaikan pangkatnya ditunda pada 1 Juli 2019 lantaran laporan istrinya ke Polsek Percut Sei Tuan dan Polrestabes Medan. Debi, istri R, mengaku tidak dinafkahi selama berbulan-bulan hingga 4 bulan rekening listrik dan uang sekolah ke empat anaknya tak terbayar. Debi warga Desa Bandar Setia, Kec Percut Sei Tuan mendatangi Polsek Percut (27/5) lalu untuk mengadukan perlakuan R terhadap dirinya dan keempat anaknya. (irwan)