Posisi jasad korban di TKP.

MEDAN BARU-M24

Saat ditemukan, Alung Harahap alias Bian (24) tewas bersimbah darah. Lehernya nyaris putus digorok pisau cutter.

Rabu (4/12) pagi, warga yang bermukim di sekitar simpang Jln PWS dan Jln Punak, Kec Sei Putih Timur, Kec Medan Petisah digemparkan dengan peristiwa pembunuhan sadis. Korbannya adalah salah seorang wanita penghuni kos-kosan berlantai dua di kawasan tersebut.

Informasi dihimpun metro24 di lokasi, kehebohan tersebut berawal suara teriakan dari arah rumah kos-kosan yang ditempati korban. Sontak, warga sekitar langsung mendatangi asal suara. Ternyata di lantai dua bangunan itu sudah berkumpul penghuni kos lainnya.

Mereka berdiri di pintu kamar kos yang terbuka dengan wajah ketakutan. Bagaimana tidak, di dalam kamar itu tampak sosok tubuh tergeletak bersimbah darah di lantai.

Dengan cepat, peristiwa itu sampai ke pihak kepolisian. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan, Kompol Eko Hartanto memimpin sejumlah anggota pun tiba di lokasi.

Kepada awak media, Eko Hartanto menduga kuat korban dibunuh. “Kita sudah melakukan olah TKP diduga kuat korban ini dibunuh. Di lokasi ditemukan pisau cutter. Pelaku sempat mencuci dulu pisau cutter yang digunakannya itu untuk membunuh korban,” ujarnya.

Eko menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku keluar dan masuk ke rumah kos korban melalui pintu belakang. Setelah itu, dia mencuci pisau cutter dan langsung kabur.

“Pelaku keluar dan masuk ke kos lewat pintu belakang. Kemudian mencuci pisau cutter. Siap itu membuka kausnya dan langsung lari,” tambah Eko.

Hingga saat ini, petugas terus memburu pelaku tersebut. Polisi sudah mengumpulkan bukti-bukti, termasuk rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi.

Di tubuh korban, lanjut Eko, juga ditemukan sejumlah luka. Ada sayatan di leher sebelah kanan, luka benturan di kening, pipi, tangan dan kaki.

“Wanita itu adalah AH alias Bian berusia 25 tahun. Infonya, dia pernah bersekolah di SMA 1 Tanjungpura,” pungkas Eko sembari meninggalkan lokasi.

Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mengevakuasi jasad korban berjenis kelamin wanita ini ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan di Jln KH Wahid Hasyim, Medan. Sementara sejumlah personel dari Polsek Medan Baru masih melakukan penyelidikan di lokasi.

“Masih kita selidiki. Semenatar korban sudah kita rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi,” ucap Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Philip Purba.

Pantauan wartawan Anda, meski jasad korban sudah dievakuasi, warga masih terus memadati lokasi. Selain ingin mengetahui jalan cerita, mereka juga menuturkan sejumlah informasi mengenai korban.

Boru Siallagan, salah satu penghuni kos mengaku terkejut dengan peristiwa tersebut. “Semalam, saya masih ngomong sama dia (korban). Ngobrol-ngbrol masalah sampah,” kenangnya.

Ia menuturkan, korban yang kerap dipanggil dengan Bian ini memiliki akun facebook dengan nama Alung Harahap. Korban diketahui baru menjadi penghuni kos-kosan tersebut.

“Dia penghuni baru di sini, Bang. Baru satu atau dua bulan ini lah. Aku gak sanggup lihat kondisi tubuhnya yang berdarah-darah itu. Lehernya hampir putus,” ucapnya.

“Kalau yang kami tau, dia (korban) sudah punya anak perempuan yang masih bayi dan memiliki suami juga. Saat pertama kali menghuni kos-kosan tersebut, dia datang bersama suami dan bayi perempuannya. Dia gak ada kerjanya, di dalam kos aja dia, jarang keluar kamar,” lanjut mahasiswi ini.

Boru Siallagan menambahkan, jika petugas sudah mengantongi identitas pria yang diduga pelaku pembunuhan. Hal itu diketahui saat dirinya turut menyaksikan rekaman kamera pengintai (CCTV) di sekitar lokasi bersama petugas kepolisian.

“Tadi kami lihat CCTV di rumah sebelah. Jadi ada seorang laki-laki, Bang, datang ke sini (TKP, red) mengendarai sepedamotor Yamaha Mio warna biru masuk dari gerbang belakang kos kami. Terus dia (diduga pelaku) naik ke atas dan langsung masuk ke dalam kamar kos Bian (korban),” bebernya.

“Yang aku lihat, laki-laki itu pakai baju putih, berkulit putih dan badannya tinggi besar, Bang. Dalam rekaman itu aku lihat hanya dia yang datang pagi itu, gak ada orang lain lagi,” sambung anak kos lainnya yang meminta namanya tak disebut.

Terpisah, Kepala Lingkungan (Kepling) 4, Kel Sei Putih Timur 1, Kec Medan Petisah, Supyatman mengatakan, sebelum ditemukan tewas di kos-kosan, korban disebut sempat cekcok dengan teman lelakinya.

“Korban merupakan anak kos. Dia tewas pertama kali ditemukan oleh sesama anak kos lainnya di tempat itu. Sebelum tewas, infonya dia seperti berantem dengan teman lelakinya,” kata Supyatman. (tiopan/irwan)