Pelaku saat di Mapolres Binjai

BINJAI-M24
Pembunuhan sadis Malu Sembiring (63) terungkap. Petani yang tinggal di Dusun Simpang Burang, Desa Belintang, Kec Sei Bingei, Langkat itu dihabisi Wanda Ginting (25), warga Dusun Bangun Mulia, Desa Belinteng, Kec Sei Bingei, Kab Langkat karena sakit hati.

Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto mengatakan pelaku sakit hati, karena dijanjikan korban pekerjaan memanen cabai miliknya. “Pelaku pun mencari dua orang lain untuk membantunya memanen cabai milik korban,” kata Kapolres, Senin (13/5).

Ternyata, pelaku mendapat kabar kalau korban telah menyuruh orang lain untuk memanen. “Sakit hati pelaku di situ,” sambung Kapolres Binjai didampingi Kasat Reskrim, AKP Wirhan Arif dan Ps Kasubbag Humas, Iptu Siswanto Ginting.

Pelaku pun mendatangi korban ke lokasi kejadian. Di sana, keduanya sempat cekcok mulut hingga berkelahi. “Pelaku memukuli korban pakai kayu berulang kali,” ungkap mantan Danyon A Pelopor Brimob Polda Sumut itu.

Loading...

Saat keduanya sedang berduel, lanjutnya, pelaku mencabut parang yang terselip di pinggang korban. Korban diketahui selalu bawa parang untuk keperluan di kebun. Selanjutnya, pelaku langsung menggorok leher korban tepat di bawah kuping kiri.

Tak puas, pelaku kembali memukuli korban pakai kayu. Saat korban sudah mulai tak berdaya, pelaku mengayunkan parang tadi sekuat tenaga ke kepala korban.

“Melihat korban sudah tidak melawan, pelaku mengambil sejumlah uang milik korban dan pergi begitu saja,” sebut Nugroho.

Masih Kapolres, keesokan harinya, Rabu (8/5) pelaku sempat mendatangi lokasi pembunuhan. Di sana, dia berusaha merubah barang bukti. “Setelah itu, pelaku melarikan diri ke Pekanbaru,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (11/5) personel dipimpin Pidum Satreskrim Polres Binjai, Ipda Hotdiatur Purba berhasil menangkap WG dari terminal bus di Jln Air Hitam, Labuh Baru Barat, Kec Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau. Karena berusaha melarikan diri dari, polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku. “Aku gorok dia karena aku merasa bolang (korban)
mempunyai ilmu kebal,” ucap pelaku. (sopian)