Tersangka yang diamankan.

SEI BAMBAN-M24

Berpamitan hendak ke sekolah, siswi kelas 3 SMA di Sei Bamban ini justru pergi bersama kekasihnya. Mereka lalu 3 hari menginap di salah satu hotel di Tanjungmorawa. Selama di hotel, keduanya berulang kali melakukan persetubuhan.

Siswa SMA itu sebut saja Bunga (16), warga Desa Sei Bamban, Sergai. Dia pergi bersama kekasihnya berinisial P (23), warga Desa Sialang Buah, Kec Teluk Mengkudu, Sergai. Keduanya ditemukan, Minggu (21/1) sekira pukul 20:00 WIB di Sei Bamban.
P dan Bunga kabur sejak Kamis (17/1) sekira pukul 06:30 WIB. Sebelum kabur, Bunga terlebih dulu diantarkan ibunya Hartati (51), ke simpang Sei Bamban, untuk berangkat ke sekolah.

Sampai di situ, anak kedua dari tiga bersaudara itu bukannya menyambung ke sekolah dengan menaiki angkutan kota (angkot). Dia justru ke Simpang Mata Pao dan bertemu P.
Setelah bertemu, keduanya jalan-jalan hingga sore. P lalu membawa Bunga ke rumahnya. Beberapa jam di rumah, P berniat mengantarkan Bunga pulang. Namun, keduanya malah berangkat ke Tanju
ngmorawa.

Loading...

Kepanikan melanda orang tua Bunga karena putrinya tak kunjung pulang, meski matahari sudah tenggelam. Orang tuanya mencari informasi ke sekolahnya. Alangkah kagetnya Hartati ternyata dia diberitahu kalau Bunga tidak masuk sekolah.
Hartati menerka jika anaknya pergi dengan P. Selanjutnya ia menuju rumah P. Di rumah warga keturunan itu, Hartai bertemu dengan orang tua P.
Hartati diberitahu jika Bunga sudah diantarkan P ke rumah. Yakin anaknya dibawa kabur, keesokan harinya Hartati melaporkan kejadian itu ke Mapolres Sergai dengan nomor LP/23/I/2019/SU/Res Sergai.

Sementara itu, selama pelarian, Bunga dan P menginap di salah satu hotel di Tanjungmorawa. Selama tiga hari menginap, keduanya telah melakukan hubungan intim. P lalu kehabisan stok uang. P dan Bunga berencana kabur ke Batam dengan cara menggadaikan kreta Ninjanya kepada keluarganya di Bakaran Batu.

Namun ketika akan mewujudkan pelarian tersebut, keluarga Bunga melihat keberadaan pasangan tersebut saat melintas ke Sei Bamban. Keluarga Bunga mengejar keduanya dan berhasil diamankan. P dibawa ke Pos Lantas Sei Bamban dan selanjutnya dijemput pihak Polres Sergai.

Dalam pemeriksaan, P mengakui ia dan Bunga sudah berulang kali melakukan hubungan layaknya suami istri. Pertama kali dilakukan saat siang hari di rumah P. Saat itu kedua orang tua P sedang tidak berada di rumah.

Keduanya sepakat untuk kawin lari ke Batam lantaran berbeda keyakinan. Hal itulah yang membuat kedua orang tua Bunga menolak hubungannya dengan Bunga. “Soal hubungan intim, sudah seringlah kami gitu. Kami rencana mau kawin lari ke Batam, karena orang tua Bunga tidak setuju dengan hubungan kami,” papar P saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Sergai.

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP. Sisworo kepada M24 mengatakan tersangka kini masih dalam pemeriksaan “Pihak keluarga perempuan berhasil menemukan keduanya yang hendak dibawa kabur,” papar Sisworo, Senin (21/1). (darmawan)

editor: juni ardi tanjung