Kapolres Sergai memaparkan hasil tangkapan 6.606 Extasi asal Lubuk Pakam. (foto: wan/metro24.co)

SERGAI, Metro24.co – Tergiur upah Rp 5 juta, Sam (26), ‘rela’ masuk penjara. Sialnya, uang tersebut belum sempat dinikmati. Bahkan, ia nekat merampas pistol petugas, hingga kaki kanannya terpaksa ditembak.

Warga Dusun XV, Desa Pasar Baru, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), ditangkap polisi saat membawa 6.603 butir pil ekstasi.

Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH MH, didampingi Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu, dan Kasubbag Humas Polres Sergai, Ipda Zulpan Ahmadi mengatakan, Sam merupakan kurir narkoba yang dikendalikan dari lapas. “Ekstasi tersebut dibawa dari Lubuk Pakam, Deliserdang,” katanya, Jumat (14/2/2020).

AKBP Robin Simatupang kemudian menjelaskan kronologi penangkapan tersangka Sam. Awalnya, petugas mendapat informasi akan ada transaksi ekstasi di seputaran Hotel Grand Sultan, Sei Rampah, Sergai, Selasa (11/2/2020) sekira pukul 02.00 WIB. Petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Tak lama kemudian tersangka terlihat mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio Nopol BK 3657 OT dan membawa kemasan kardus. Tim Sat Narkoba Polres Sergai langsung menyergap Sam, hingga ia jatuh tersungkur.

Perlawanan pun dilakukan Sam. Ia nekat berupaya merampas senjata petugas dan berupaya untuk kabur. Tak mau konyol, petugas langsung memberikan tindakan tegas dan terukur. Kaki kanan Sam pun langsung ditembak. Akhirnya ia takluk setelah peluru menembus kakinya.

Bersama barang bukti Sam kemudian dibawa ke RSUD Sultan Sulaiman, Sergai, untuk perawatan luka tembak.

Pengembangan gagal

Ekstasi yang dibawa Sam berasal dari D yang diduga dikendalikan napi lapas. Namun polisi gagal menangkap D yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). “Ya, kita akan melakukan kordinasi untuk mengungkap jaringan narkoba di lapas, tentunya akan melibatkan berbagai pihak,” papar Kapolres.

Sam sendiri saat diintrogasi mengaku akan mendapatkan upah sebesar Rp5 juta, jika berhasil mengantarkan ekstasi tersebut kepada penerima di Sei Rampah.

“Tersangka juga mengaku baru pertama kali melakukannya karena tergiur dengan upah besar, apalagi Sam mengaku tidak punya kerjaan dan butuh uang,” tandasnya. (wan/metro24.co)

 

Editor: H Talib