Ujian PPDB

MEDAN-M24

Daya tampung untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri di Sumatera Utara sebesar 153.138 dari jumlah pendaftar mencapai 153.687 orang.

“Daya tampung untuk PPDB jalur zonasi di Sumut sebesar 153.138 dan batas akhir verifikasi tanggal 27,” kata Plt Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut, Ruslan kepada M24, kemarin (26/6).

Dirincikannya, jumlah pendaftar tingkat SMA capai 103.127, sebanyak 103.127 sudah terverifikasi dari 427 sekolah penyelenggara dengan daya tampung 91.567.

Loading...

Sedangkan jumlah pendaftar tingkat SMK capai 54.415, sebanyak 54.415 sudah terverifikasi dari 269 sekolah penyelenggara dengan daya tampung 61.180.

Ia menjelaskan, sejak tanggal 19 Juni sampai dengam 25 Juni, pendaftaran dan verifikasi berkas calon peserta didik untuk jalur zonasi sudah dibuka.

“Pengumuman untuk jalur zonasi ini akan dilakukan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Juni 2019 mendatang,” jelasnya.

Ia menerangkan, pendaftaran ujian masuk SMA Negeri dan SMK Negeri melali PPDB jalur zonasi diubah pendaftaran menjadi melalui sekolah. Hal tersebut karena banyaknya peserta yang mengalami kegagalan pendaftaran jalur zonasi melalui online.

“Kita sudah mengimbau kepada seluruh calon peserta didik agar menyerahkan berkas pendaftaran ke sekolah pilihan pertama. Untuk kelancaran pendaftaran, jadwal akan dibagi menurut wilayah kerja cabang dinas pendidikan,” terangnya.

Ia menuturkan, imbauan tersebut juga sudah disampaikan dinas pendidikan melalui website https://ppdb.disdik. sumutprov.go.id/web/dan di website tersebut juga lengkap jadwal pendaftaran serta informasi lain mengenai PPDB.

“Peserta didik bisa mengakses informasi terkini tentang PPDB melalui website tersebut,” tuturnya.

Terpisah, anggota Komisi E DPRD Sumut, Saparuddin Siregar meminta Pemkab Padang Lawas Utara (Paluta) dan PT Telkom bekerjasama menyediakan akses internet di 14 kecamatan. Sebab, baru 8 kecamatan memiliki akses internet sedangkan 6 lagi masih minim.

“Akibatnya, sejak beberapa tahun silam sampai Maret 2019, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/SMK di Kab Paluta sangat terganggu,” katanya. (adlan/budiman)