Jakarta, METRO24- Kembali Subdit 3 Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan pelaku Pencurian motor, 26/10/ 2020.

Berawal adanya informasi terkait maraknya dugaan peristiwa tindak pidana di daerah Jakarta sehingga sangat meresahkan masyarakat. Guna merespon hal itu polisi menindak lanjuti informasi dengan melakukan penyelidikan dalam rangka interview dan observasi untuk mencari tahu identitas pelaku.

Hasilnya,  pada hari Senin, 26/10/ 2020 WIB, sekitar pukul 02.00 WIB, bergerak tim opsnal Unit I Subdit 3 / Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin AKP Herman E. W. Simbolon, SH, SIK (Ka Unit I).

“Akhirnya berhasil menangkap  4 orang tersangka atas nama MS, FY alias F, RE alias R, dan T di Desa Pasir Angin Rt. 003/03 Gg Mushola Al-Almien, Kec. Cileungsi, Kab. Bogor,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana.

Berkait tersebut, polisi kembali melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya. Tetapi pada saat dilakukan pengembangan para tersangka mencoba untuk melawan dan menyerang sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur.

Satu orang tersangka, MS, tertembak dan dilakukan pertolongan membawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan tersangka meninggal dunia.

Sedangkan modus para pelaku awalnya berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran. Biasanya sepeda motor yang diparkir di halaman parkiran toko yang tidak dijaga dan dalam keadaan sepi. Hal itu dilakukan dari pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB.

Setelah membaca situasi dan kondisi, kemudian ketika pelaku sudah menemukan sepeda motor yang akan dijadikan target, kemudian satu orang pelaku turun mendekati sepeda motor tersebut. Sedangkan pelaku lainnya mengawasi keadaan di sekitar TKP.

“Dalam melakukan aksinya pelaku membekali diri dengan senjata api serta tidak segan melukai korbannya jika diketahui korban,” kata Irjen Nana Sudjana menyebutkan.

Dalam hal ini, para Tersangka dikenakan Pasal : a. Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 7 (tujuh) tahun b. Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 (dua puluh) tahun.(Ali)