Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution, saat menyerahkan bantuan di Sekretariat Lembaga Pembinaan dan Pelayanan Buddhis Tamil Indonesia (LPPBTI) Medan. (foto: Humas Pemko Medan)

MEDAN, Metro24.co – Kasus infeksi virus corona (COVID-19) di Kota Medan terus meroket, meningkat tajam. Update data terkini hari ini, Kamis, 21 Mei 2020, jumlah pasien positif meningkat menjadi 183 orang.

Sementara jumlah korban meninggal dunia meningkat menjadi 70 orang, rinciannya pasien positif yang meninggal sebanyak 18 orang, dan 52 orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) yang diisolasi di rumah sakit rujukan.

Demikian data yang dipublis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Medan yang disebarluaskan Pusat Pengendali Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan, Kamis (21/5/2020) pukul 16.00 WIB.

Seperti sebelumnya, dari 21 kecamatan di Kota Medan, sebanyak 19 kecamatan berstatus zona merah dengan jumlah kasus infeksi di atas 10 kasus. Hanya dua kecamatan yang berstatus zona kuning atau kecamatan dengan jumlah kasus infeksi di bawah 10 kasus, yakni Kecamatan Medan Maimun dan Medan Belawan.

Berikut data lengkapnya:

Positiv COVID-19: 183 orang

Sembuh : 55 orang
Meninggal : 18 orang
Dirawat : 110 orang

Pasien Dalam Pengawasan (PDP): 609 orang

Pulang : 427 orang
Meninggal : 52 orang
Dirawat : 130 orang

Orang Dalam Pemantauan (ODP): 1.174 orang

Selesai Dipantau : 1.163 orang
Sedang Dipantau : 11 orang

Orang Tanpa Gejala (OTG): 1.244 orang

Selesai Dipantau : 685 orang
Sedang Dipantau : 559 orang

(foto: BPBD Medan)

Plt Walikota Medan Ajak Warga Berikhtiar Hadapi Covid-19

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution, terus mengajak seluruh warga Kota Medan agar tetap bersabar dan berikhtiar dalam menghadapi wabah virus Corona (Covid-19) yang kini melanda Kota Medan. Salah satu ikhtiar yang terus-menerus digaungkan Akhyar adalah tetap mengenakan masker bagi warga yang sedang beraktivitas di luar rumah.

Hal ini terungkap saat mantan anggota DPRD Kota Medan itu diundang menjadi narasumber dalam acara di Radio Trijaya FM Medan, Kamis (21/5/2020). Talkshow yang dipandu Chalis Bach dan Dols Barbarosa ini dibahas kinerja Pemko Medan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan serta upaya penanganan dampak sosial yang terjadi akibat wabah tersebut.

“Wabah virus Corona ini merupakan bagian dari ciptaan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa agar manusia dapat senantiasa berikhtiar. Ikhtiar ini bagian dari ibadah, semoga dengan ikhtiar ini kita bersama-sama dapat mengatasi persoalan-persoalan yang disebabkan wabah virus Corona ini. Salah satu ikhtiar yang harus kita jalani bersama adalah tetap mengenakan masker saat,” kata Akhyar.

Penggunaan masker saat ini, sambung Akhyar, dipandang sangat penting untuk menghambat penyebaran Covid-19. Karena berdasarkan informasi dari tenaga medis, virus corona ini dapat masuk ketubuh melalui saluran hidung dan mulut sehingga apabila menggunakan masker maka akan menghambat virus akan masuk.

“Alhamdulillah atas usaha dan kerja keras melalui imbauan hingga razia, kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker juga sudah mulai membaik. Kesadaran ini harus terus dijalani selayaknya hal yang normal sampai wabah ini berhenti. Disamping penggunaan masker, warga juga harus menghindari tempat kerumunan warga dan rajin mencuci tangan,” ujar Akhyar

Apalagi, tambah Akhyar, perkembangan virus corona saat ini juga sudah memasuki masa puncak secara nasional. Kondisi di Kota Medan saat ini penyebaran virus sudah masuk pada tahap community transmision, yakni penyebaran antar komunitas di dalam masyarakat.

Karena itu penggunaan masker dan physical distancing sangat penting untuk menghindari penyebaran ini. “Masker hari ini tidak lagi menjadi barang langka, Pemko Medan juga telah menyalurkan masker bagi masyarakat, jadi tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak menggunakan masker,” kata Akhyar. (ht/metro24.co)