Jasad Ibnu Gunawan

PERCUT-M24

Ibnu Gunawan meregang nyawa. Ia tewas setelah kepalanya dipukul
botol. Ia menjadi korban saat coba mencari tau siapa lawan bertengkar adiknya.

Abang mana yang diam saja mendengar adiknya terlibat pertengkaran. Kalau pun tidak membela, sang abang akan melerai pertengkaran itu. Demikian halnya Ibnu Gunawan (23), warga Jln Prima No.276, Desa Tembung, Kec Percut Sei Tuan.

Informasi dihimpun, saat sedang santai, Minggu (7/7) sekitar pukul 21:00 WIB, Ibnu mendapat informasi bila adiknya, Angga terlibat pertengkaran dengan Razali. Sang adik sendiri diketahui tengah bermain futsal di Pasar VII Tengah Gg Bersama, Desa Tembung, Kec Percut Sei Tuan.

Loading...

Dengan sigap, Ibnu mengajak temannya Zulfan dan Bustami ke lokasi futsal dimaksud dengan mengendarai kreta. Setiba di lokasi, Ibnu langsung mendatangi Razali yang disebut menganiaya tim futsal adiknya. Mereka pun berbicara di dekat lapangan futsal.

Tiba-tiba seorang pria yang identitasnya belum diketahui datang dan memukul kepala Ibnu dengan menggunakan botol kaca hingga terluka. Korban yang terkejut langsung mengejar pelaku. Melihat itu, warga langsung menangkap pelaku yang sudah lari sejauh 50 meter.

Warga lalu membawa pelaku dan korban ke salah satu warung. Di situ, pelaku dan korban didudukkan agar berdamai. Korban lalu menanyakan alasan pelaku memukul dirinya. Tapi pelaku diam tak menjawab.

Tiba-tiba korban lemas. Oleh kedua temannya korban dilarikan ke salah satu klinik. Karena lukanya yang parah, pihak klinik merujuk korban ke Rumah Sakit Mitra Medika. Namun, nyawa korban tak terselamatkan dan meninggal dunia.

Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan yang mendapat informasi korban penganiayaan tewas mendatangi RS Mitra Media. Setelah memperoleh informasi, petugas menyarankan keluarga korban untuk membuat pengaduan. Selanjutnya jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna keperluan penyelidikan (otopsi).

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Subroto yang dikonfirmasi mengatakan untuk pelaku saat ini masih lidik. Dari lokasi pihaknya mengamankan barang bukti pecahan botol warna coklat dan warna bening.

“Sudah dua saksi yang kita mintai keterangannya, yakni Firmansyah Fiqi Naldi (17) dan Syahlendra (22). Untuk saat ini kasusnya masih lidik,” ujarnya. (irwan)