Para pelayat di rumah duka. (reza/metro24.co)

SIDIMPUAN, Metro24.co – Lukman Siregar (30) yang ditemukan tewas di Bukit Simarsayang, Kelurahan Bonan Dolok, Kecamatan Padangsdimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Sumut, rupanya sempat mengantar mertuanya sebelum ditemukan tak bernyawa.

Pada Sabtu (1/8/2020) sekira pukul 21.00 WIB, warga Desa Pargarutan Julu, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), itu diketahui mengantar mertuanya ke Desa Pudun Jae, Kota Padangsidimpuan dengan sepeda motor Jupiter MX warna biru knalpot racing.

Bahkan, sebelum pergi, Lukman berjanji pada istrinya akan cepat pulang. Namun, setelah ditunggu-tunggu, Lukman tak kunjung datang hingga menimbulkan kekhawatiran keluarganya.

Polisi melakukan olah TKP. (reza/metro24.co)

“Dia (Lukman) pergi dari rumah ngantar Mamak (ibu) saya naik sepeda motor Jupiter MX milik tetangga kami. Tapi sejak itu dia tidak pulang ke rumah,” tutur Jumisah Nasution (24), istri Lukman, saat disambangi awak media di kediamannya, Senin (3/8/2020).

Ibu tiga anak itu juga menceritakan, pada malam suaminya pergi dari rumah, gelagat anaknya yang paling kecil (bayi) berusia setahun terlihat agak lain dari biasanya. Anaknya, tampak uring-uringan dan susah tidur seperti menunjukkan ada sesuatu hal yang terjadi.

“Tak pernah dia (anaknya paling kecil) gitu. Tapi malam itu, gelisah aja dia, tidak mau tidur. Bahkan, besok paginya, dia nanya-nanya ayahnya. Ayah. Ayah,” tiru Jumisah sembari menyebut, kalau komunikasinya dengan Lukman selama dua hari terakhir agak kurang intens.

Hingga, Jumisah terkejut saat personel Polres Padangsidimpuan, mendatangi rumahnya. Terkejutnya Jumisah lantaran, petugas menyampaikan, suaminya sudah ditemukan meninggal dunia di pekuburan Bukit Simarsayang.

Mendapat kabar itu, dirinya langsung menyiapkan administrasi guna proses pemakaman. Dia berharap dan mendoakan semoga pihak kepolisian dapat mengungkap kasus kematian suaminya. Apalagi, sepeda motor yang dipinjam suaminya, hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Sebelumnya diberitakan, Warga Bukit Simarsayang mendadak heboh. Pasalnya, warga menemukan mayat berjenis kelamin laki-laki tanpa identitas, tewas dengan posisi telungkup.

Informasi yang dihimpun metro24.co, Senin (3/8/2020), peristiwa penemuan mayat tersebut diungkapkan, Randi (20), warga Jalan Sutan Panindoan, Kota Padangsidimpuan, yang tengah berolahraga (jogging) di kawasan perkuburan Bukit Simarsayang.

Menurut cerita Randi, dirinya berlari secara menanjak, sesuai dengan kondisi jalan menuju puncak bukit. Baru sekitar 300 meter, dia beristrahat di sekitaran pemakaman, sebelum tanjakan paling terjal di lokasi tersebut. Dia berjalan ke pinggir.

Pemberhentiannya itu rupanya mengarahkan pandangannya ke lapangan tanah kecil yang posisinya ada di bawah. Di situlah, tergeletak sesosok tubuh posisi telungkup dengan darah segar mengering.

Sosok itu masih kenakan jaket setengah terbuka dan kemeja robek. Randi merasa sosok berjenis kelamin laki-laki dengan pakaian lengkap itu sudah jadi mayat. Kemudian, Randi mengajak seorang anggota polisi yang kebetulan juga tengah jogging untuk memastikannya.

“Posisinya di lapangan yang di bawah. Kalau dari jalan ini memang nggak terlihat itu. Pas pula ada abang itu (polisi) memang sering ketemu di sini, jogging. (Kemudian) saya laporkan,” ungkap Randi.

Mendapat laporan penemuan mayat, Satrekrim Polres Padangsidimpuan pun mendatangi TKP. Di lokasi penemuan mayat itu polisi juga memintai keterangan dari pekerja kebun setempat. Di TKP, polisi menemukan beberapa kejanggalan seperti pada leher jasad itu ada bekas lilitan ikat pinggang.

Pada kepalanya juga terdapat luka tak beraturan, yakni di bagian dahi dan wajah. Kemudian, polisi juga menemukan barang bukti, yakni batu kali dan satu buah ikat pinggang. Selain itu, ada juga dua buah sandal karet berwarna hitam yang diduga milik jasad itu.

Usia mayat, diperkirakan 30 hingga 40 tahun dan mengenakan jaket hitam dengan kemeja warna putih abu-abu serta celana jeans panjang model kuncup berwarna abu-abu. Kemudian, petugas membawa jasad ke RSUD Padangsidimpuan guna kepentingan penyelidikan.

Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Juliani Prihartini SIK MH, lewat Kasubbag Humas, Iptu Maria Marpaung SE MM, saat dihubungi metro24.co melalui WhatsApp, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait identitas maupun cerita pasti terkait penemuan mayat tersebut. (reza/metro24.co)