Mawar, bocah korban cabul.

LABUHAN-M24
Agus (35) warga Jalan KL Yos Sudarso KM 16,5 Lingk 12 Kel Pekan Labuhan, Medan Labuhan, terpaksa melaporkan tetangganya, Iwan (35) ke Polsek Medan Labuhan. Sebab, Iwan diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anaknya, sebut saja Mawar yang masih berusia 4 tahun.

Kepada metro24, Agus membeberkan, tindakan tak senonoh pelaku terjadi Kamis (11/4) sekira pukul 13:00 WIB. Saat itu, Mawar bersama I (7), keponakan pelaku, sedang bermain sepulang sekolah.

Menurut Agus, saat kejadian di tempat jualannya, Pajak (Pasar) pagi. “Ibunya sudah meninggal dua bulan yang lalu. Jadi setiap korban pulang sekolah Taman Kanak -kanak (TK), dia (korban-red) sendirian di rumah. Setiap harinya korban selalu bermain dengan keponakan pelaku, di depan rumahnya,” beber Agus saat membuat laporan pengaduan di Mapolsek Medan Labuhan, Sabtu (13/4).

Saat Mawar sedang asyik bermain bersama I, tiba-tiba pelaku memanggil dan menyuruh Mawar bersama keponakannya untuk masuk ke dalam rumah.

Loading...

Begitu korban masuk ke dalam rumah yang saat itu dalam keadaan sepi, pelaku langsung menarik korban dan menciuminya. Belum puas, bapak tiga anak itu meraba-raba kemaluan korban hingga mengeluarkan darah.

Saat perbuatan kedi itu berlangsung Mawar tak mampu melakukan perlawanan. Puas melampiaskan hasratnya, pria yang disebut-sebut pemakai sabu itu lalu pergi meninggalkan korban dengan kondisi menangis di dalam rumah.

Sepeninggal pelaku, korban yang masih meringis kesakitan lalu pulang dan memberitahukan kejadian itu kepada orang tuanya.

Mendengar pengaduan sang anak, Agus sontak emosi. Duda anak satu itu langsung mendatangi rumah pelaku. Keributan pun sempat terjadi. Anehnya, setelah kejadian itu, pelaku bersama anak-istrinya pergi dari rumah. “Eh sampai sekarang nggak ada nampak. Istri dan anaknya juga gak kelihatan, rumahnya digembok terus,” cetus Agus.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan SH membenarkan laporan pengaduan korban. “Laporan pengaduan korban sudah kita terima. Kita sekarang sedang menunggu surat visum dari rumah sakit untuk kita proses serta pelaku akan segera kita tangkap,” kata Pohan. (syamsul)