Bupati Terkelin Brahmana saat memberikan keterangan kepada wartawan. foto gogobarus

KARO, Metro24.Co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo tegaskan agar seluruh masyarakat Tanah Karo menggunakan masker apabila harus ke luar rumah. Imbauan ini guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19.

“Tanpa terkecuali, seluruh elemen masyarakat Tanah Karo, diberlakukan mulai Senin, 6 April 2020, agar menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO,” kata Bupati Karo Terkelin Brahmana SH.MH, kepada sejumlah wartawan saat bincang bincang di teras Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, kemarin.

Terkelin menyebut , Penggunaan masker tidak mesti harus memakai masker bedah atau masker N-95 seusai standar ISO (International Organization for standardization).

“Masyarakat bisa menggunakan masker kain, keuntungannya masker kain dapat dicuci dengan sabun setelah pemakaian 4 jam, beda dengan masker N95 tidak bisa berulang ulang digunakan dan hanya digunakan oleh tenaga medis, baik itu dokter ataupun perawat,” ujarnya.

Untuk itu, demi keselamatan, masker kain bisa digunakan, dan sudah banyak masker buatan UMKM atau buatan rumah tangga. Masyarakat bisa membeli langsung, terangnya.

Meski demikian, Terkelin menyebut Pemkab.Karo telah berupaya bersama pihak Kecamatan dan Pemerintahan Desa, sedang membahas pengadaan masker kain yang sesuai standar dari Dinas Kesehatan, untuk diberikan kepada masyarakat.

“Bersama beberapa OPD tekhnis, bahkan Camat dan Kepala Desa, kita bisa prioritaskan ABPD dan Dana Desa kesitu. Mohon bersabar dan masyarakat tetap tenang, mudah mudahan dalam waktu dekat sebagain terpenuhi,” imbuh Terkelin lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Karo, Abel Terawai Tarigan menyebutkan, penggunaan dana desa (DD) untuk pengadaan masker kain yang diperuntukkan bagi masyarakat desa, dapat dilakukan seusai aturan Mendagri.

“Boleh saja. Hanya tetap regulasi pedoman pengadaannya harus tetap diikuti dengan sistem yang berlaku pengadaan barang dan jasa,” kata Abel dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (7/4/202).

Abel juga mengaku, sebelumnya sudah membuat surat edaran agar dana desa dapat diperuntukkan kepentingan Covid-19 di desanya. Saat ini pihaknya masih menunggu proses penyusunan RKPDes dan APBDes. Jika ada kepala desa yang mengajukan untuk pengadaan masker kain tersebut, Abel mengaku akan mengupayakan segera direalisasikan, pungkasnya.(GO2/metro24.co)

Editor : S Tandang