Dedek Sahputra diamankan petugas

LANGKAT-M24

Bersenjatakan pisau dapur, Dedek Sahputra menikam pinggang sahabatnya. Ketika ditemukan di dalam sumur, jasad remaja 17 tahun itu tinggal tengkorak!

Misteri di balik sosok mayat yang ditemukan sudah menjadi tengkorak di sumur tua Parit Kelingking, Desa Sebertung, Kec Serapit, Kab Langkat terungkap.

Dia adalah RW (17), warga Kec Serapit, Kab Langkat. Hal itu setelah orangtuanya mengenali sandal dan baju yang dikenakan korban sebelum menghilang. Selanjutnya informasi tersebut disampaikan ke petugas Satreskrim Polres Langkat.

Loading...

Kapolres Langkat, AKBP Doddy Hermawan Sik langsung memerintahkan agar Unit Reskrim melakukan penyelidikan. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati luka tusukan di bagian pinggang jasad.

Setelah mengumpulkan sejumlah keterangan dari keluarga dan masyarakat sekitar, petugas pun mengantongi identitas diduga pelaku pembunuhan.
“Alhamdulillah, tadi kami ada melakukan pengejaran dan penangkapan pelaku pembunuhan yang disertai curas, yang bernama Dedek Sahputra pada hari Minggu (11/8) sekitar pukul 03.00 WIB di rumahnya, Dusun V Desa Sumber Jaya Serapit, Langkat,” ucap Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Teuku Fathir Mustafa SH kepada awak media, Senin (12/8).

“Pembunuh itu yang tak lain adalah sahabat korban sendiri. Lantaran sakit hati, dendam atas hutang piutang korban,” tambahnya.

Karena melakukan perlawanan, tersangka terpaksa dirobohkan dengan tembakan di kedua kakinya. Selanjutnya tersangka dibawa ke Rumah Sakit Putri Bidadari untuk perawatan medis. “Kini tersangka sudah diamankan di Mapolres Langkat,” tukas Fathir Mustafa.

Dalam interogasi, Dedek mengaku nekat membunuh korban karena sakit hati terkait utang piutang. Awalnya, 2 April 2019, korban RW menelpon untuk pinjam uang sebesar Rp950.000 kepada Dedek. Pelajar Kelas 2 SMA Dewantara Putra, Kec Serapit, Kab Langkat ini mengaku uang itu untuk berobat orangtuanya.

Dedek pun menyuruh RW datang ke rumahnya di Telko Musam, Kec Bahorok. Begitu tiba, korban meminta tambahan pinjaman sebesar Rp1.050.000. Kasihan, Dedek pun memberikan uang pinjaman tersebut dengan janji satu bulan akan dikembalikan

Satu bulan berselang, Dedek pun menagih utang korban. Ketika itu korban belum bisa membayar dan meminta waktu satu minggu. Namun, ketika waktu yang dijanjikan tiba, korban tak juga membayar utang. Alasannya tidak punya uang.

Hal itu membuat Dedek sakit hati. Jumat, 26 Juli 2019 sekitar pukul 15.00 WIB, ia menelpon RW agar datang ke Parit Kelingking. Pelaku mengaku sedang memancing. Tak lama berselang Dedek tiba. Kedua sahabat itu pun cekcok mulut yang berujung adu jotos.

Entah bagaimana, kepala korban terhempas ke bagian pohon sawit. Saat korban terhempas, pelaku langsung menyabut pisau dapur yang telah disiapkan dan menikam pinggang korban. Selanjutnya pelaku mendorong korban ke dalam sumur tua.

Setelah memastikan korban tak lagi bernyawa, pelaku meninggalkan lokasi. Tak lama pelaku kembali sembari membawa goni yang digunakan untuk menutupi jasad korban. Pelaku juga menutupi sepedamotor korban dengan lalang dan rerumputan agar tidak diketahui oleh orang lain.

Keesokan harinya pelaku kembali dengan membawa cat pilox. Ia lalu merobah warna sepedamotor milik korban dan digunakan untuk kegiatan sehari-hari pelaku.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis tindak pidana pencurian dengan kekerasan. (red)