Lokasi pondok di hutan Mangrove

BELAWAN-M24

Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus bekerja mengungkap dalang bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution.

Kamis (14/11) kemarin, polisi mengamankan Yanto (42), warga Lingkungan 20 Sentosa Barat Canang Kering, Kel Sicanang, Kec Medan Belawan. Ia ditangkap di waktu mengajar ngaji di luar Sicanang. Yanto adalah guru ngaji pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

“Benar, Bang. Warga saya bernama Yanto telah diamankan pihak Kepolisian sewaktu mengajar mengaji di luar Sicanang ini,” ucap Jahadun, Kepling 20 Sentosa Barat, Canang Kering, Kel Sicanang, Kec Medan Belawan, Jumat (15/11) siang.

Loading...

Sambung Jahadun, Kamis malam, sekitar pukul 22.00 WIB, dua teman mengaji pelaku bom bunuh diri juga diserahkan oleh orangtuanya, R Suharto atau Pak Ucok ke polisi. Mereka adalah Haris Syahputra (28) dan Fadli (23).

“Dan satu anak saya bernama Andre (25) pada Rabu sore, tanggal 13 November, sudah tidak ada di rumah lagi, setelah temannya pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan itu tewas,” ucapnya.

Menurut Jahadun, ketiga anaknya suka berada di pondok yang ada di paluh untuk menjaga tambak. Pelaku bom bunuh diri juga sering datang bersama Salman, pria turunan India mengaji bersama. Biasanya mereka melakukan pengajian di rumah Syaipul, yang berjarak 500 meter dari rumah orangtua Haris Syahputra.

“Sekarang Syaipul sudah nggak ada lagi di Canang Kering ini saya lihat, setelah kejadian bom bunuh diri di Mapolresta Medan,” ujar Juadi (75).

Warga Sentosa Barat, Kek Adi (75) menambahkan, pengajian yang dilakukan Haris, Fadli dan pelaku bom bunuh diri telah berlangsung selama 5 tahun. “Kadang kalau mereka ngaji banyak yang datang di kampung ini,” kata Kek Adi.

Saat melakukan pertemuan, tambahnya, kelompok jamaah berkumpul pada malam hari dan selesai pagi dinihari. Lokasi yang selalu digunakan para jamaah dalam pertemuan adalah rumah milik warga yang disebut-sebut bernama Iwan. Namun, tiga bulan lalu, Iwan telah berangkat ke Bengkulu.

“Jamaah pengajian kadang sampai 20 orang dan ada juga yang membawa wanita. Sebagian jemaah datang dari luar dan warga tak mengenal mereka,” ungkap Kek Adi

.Hilang Kontak

Irwansyah Nasution (61), warga Jln Jangka, Kec Medan Petisah mendatangi Polrestabes Medan. Tujuannya meminta surat pengantar pengambilan jenazah putranya, Rabbial Muslim Nasution (RMN).

Irwansyah mengatakan dirinya sempat diperiksa dan tes DNA oleh Polisi. Pelaku bom bunuh diri merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Sejak acara pernikahan digelar, ia dan pelaku telah hilang kontak.

“Habis salaman pernikahan, dia (RMN) di tahun 2018 itu, saya hilang kontak dan yang saya tahu anak saya bekerja di ojek online, istrinya teman SD nya,” beber Irwansyah di Mapolrestabes Medan, Jumat (15/11).

Irwansyah tak menyangka putranya bisa berbuat nekat. Jenazah sang putra rencananya akan dikebumikan di perkuburan daerah Sei Sikambing Medan. (syamsul/mag/tok/irwan)