WD bukti saat diamankan warga. (wan/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Bocah 13 tahun warga Serdang Bedagai (Sergai) ini dihakimi massa. Ia jadi bulan-bulanan warga yang emosi. Saat diinterogasi, pengakuannya bikin orang makin palak.

Adalah WD, inisial bocah 13 tahun itu. Ia nyaris saja mati dihakimi massa. Pasalnya WD yang tinggal di Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai, Sumut, ini ketangkap basah mencuri sepeda motor Yamaha Mio Nopol BK 3977 IJ, tadi malam.

Meski tergolong anak di bawah umur, WD ternyata sudah enam kali melakukan aksi pencurian. Malam itu WD mencoba melakukan pencurian di rumah kosong di Dusun VII, Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu. Namun tidak membuahkan hasil. WD yang berjalan kaki hingga sampai di Dusun VI melihat sepeda motor Yama Mio milik Syahrial (29) yang terparkir di teras.

Kerumunan warga saat WD tertangkap. (wan/metro24.co)

Mendapat kesempatan, WD langsung mendorong sepeda motor tersebut. Sialnya, masih berjarak 50 meter, aksinya kepergok warga dan diteriaki maling. Puluhan warga keluar rumah mengejar WD, warga yang kesal menghakimi anak di bawah umur ini hingga babar belur.
Untuk menghindari banyaknya amukan warga. Pihak perangkat desa membawa WD ke rumah kepala Desa, selanjutnya dijemput petugas Polsek Teluk Mengkudu.

Saat diinterogasi, WD mengaku sudah ketagihan melakukan pencurian. Bahkan sebelum mencuri sepeda motor, ia sudah membongkar rumah kosong, namun tidak ada yang bisa di ambil. Rencana WD, sepeda motor yang dicurinya untuk kendaraan pulang ke Sialang Buah dan selanjutnya akan dijual.

Dia mengaku, hasil penjualan sepeda motor curian selalu digunakan untuk membeli narkoba. Meski masih anak-anak, ia telah kecanduan barang haram itu.

Kades Bogak Besar Syahrum mengatakan, pelaku mengakui perbuatannya sebanyak enam kali namun hanya tiga yang berhasil. “Pelaku sudah dijemput Polsek Teluk Mengkudu,” papar Kades.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan, kasusnya telah ditangani oleh Pihak Polsek Teluk Mengkudu. (wan/metro24.co)