Kasat Reskrim, menginterogasi kedua pemilik SIM palsu

SEI RAMPAH-M24

Peredaran surat izin mengemudi (SIM) palsu terungkap setelah dua orang diamankan petugas Satreskrim Polres Sergai. Pembuatan SIM ini dipatok mulai dari Rp120 ribu hingga Rp1,8 juta.

Informasi diperoleh M24, awalnya pada Sabtu (24/8), personel Polres Sergai melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (K2YD) yang dipimpin Kasat Intel, AKP T Manurung selaku perwira pengawas (pawas) di Jalan Negara, Desa Firdaus, Kec Sei Rampah.
Lalu seorang personel Satlantas Polres Sergai, Riki Husein memberhentikan mobil BK 1635 GM yang dikemudikan RAS (34), warga Deliserdang.

Petugas menanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan. Setelah diperiksa, RAS memerlihatkan SIM B1 yang diduga palsu. Atas perbuatannya, RAS terpaksa diserahkan ke Satreskrim Polres Sergai untuk segera dilakukan proses hukum.

Loading...

Sementara itu, pada Kamis (29/8) sekira pukul 14.00 WIB persisnya di Jalan Negara, Desa Firdaus, petugas Satlantas Polres Sergai tengah melaksanakan Operasi Patuh Toba 2019. Saat itu, petugas memberhentikan mobil dengan nomor polisi B 9970 NDB yang dikemudikan DAS (20), warga Deliserdang.

Petugas meminta kelengkapan surat-surat kendaraan. Selanjutnya, petugas memanggil rekan-rekan yang tengah melakukan operasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dinyatakan bahwa SIM B2 umum milik DAS adalah palsu. Guna proses hukum lebih lanjut, DAS diserahkan ke Satreskrim Polres Sergai.

RAS kepada M24 mengaku SIM palsunya dibuat oleh rekannya dengan imbalan Rp120 ribu. Diakui RAS, SIM itu digunakan untuk persyaratan untuk kerja masuk sopir taksi online. Ia mengakui sudah beberapa kali lolos dari pemeriksaan polisi yang menangkapnya.
Sedangkan DAS mengakui membuat SIM B2 umum membayar seharga Rp1,8 juta. Dia mengaku tidak tahu bahwa SIM yang ia pegang itu palsu.

“Aku tidak tahu SIM ku palsu, aku buat dari kawanku juga di Tanjung Morawa,” kilahnya.
Kasat Reskrim Polres Sergai, AKP Hendro Sutarno, saat dihubungi, Rabu (4/9), menyebut, hingga saat ini petugas masih memburu keberadaan dari pembuat SIM palsu. (darmawan)