Evakuasi mayat korban

SIMALUNGUN-M24
Dalam sehari tiga orang meninggal dunia dan 1 luka-luka setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di dua lokasi di jalan lintas Siantar-Parapat, Kab Simalungun.

Kecelakaan pertama terjadi di jalan lintas Siantar-Parapat tepatnya di Tigabalata, Kec Jorlang Hataran, Kab Simalungun, Rabu (2/10) sekitar pukul 05:00 WIB. Awalnya, Ian (30) dan Ricky (27), keduanya warga Jln Medan, Desa Sinaksa, Kec Tapian Dokok, Kab Simalungun mengendarai sepedamotor menuju Bandara Silangit dengan kecepatan tinggi.

Setiba di lokasi, keduanya diduga tak memperhatikan Mitsubishi Colt Diesel Bk 8950 TC bermuatan potongan kayu berhenti di tepi jalan. Brak! Sepedamotor keduanya pun menghantam truk.

Petugas yang mendapat informasi langsung ke lokasi. Kedua korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Setelah melakukan olah TKP, petugas mengebakuasi jasad korban ke Ruang Forensik RSUD Djasamen Saragih untuk divisum.

Loading...

“Untuk kasus Laka ini, kami masih melakukan penyelidikan di TKP dan petugas masih mencari informasi kepada warga sekitar lokasi. Untuk informasi saat ini, sepedamotor yang dikendarai oleh kedua korban menabrak truk yang berhenti,” jelas Kanit Laka Polres Simalungun, Iptu Amir Mahmud kepada M24.

Pantauan M24 di RSUD Djasamen Saragih, keluarga korban, Sunita (30) dan Herman mengatakan, sebelum meninggal dunia, korban Ricky sempat menelpon adiknya dan mengatakan sedang kecelakaan.

“Kami kecelakaan, aku sudah nggak tahan, cepat Bang, kondisi Ian juga sudah parah,” ujar Herman, meniru perkataan korban, Ricky.

Setelah mendapat kabar tersebut, pihak keluarga langsung berangkat ke lokasi. Sayang, kedua korban sudah meninggal dunia dalam kondisi terjepit di kabin truk.

Adapun kecelakan kedua terjadi di Huta Bombongan, Nagori Sibaganding Tanjung Dolok, Girsang Sipanganbolon, Kab Simalungun, sekitar pukul 07:30 WIB. Korban tewas adalah Feri Panjaitan (27), warga Jln Menteng 7 Gg Murni, Kota Medan.

Awalnya, Fredi Siagian (31), warga Jln Sidobakti, Karya Wisata, Medan didampingi kernetnya Feri Panjaitan mengendarai mobil pick-up Mitsubishi L-300 warna hitam, BK 9795 TD datang dari arah Parapat menuju Kota Siantar.

“Begitu mobil lewat, tiba-tiba oleng ke kiri dan masuk ke dalam jurang sedalam 80 meter. Selanjutnya kita mencoba memastikan dari atas badan jalan, ternyata mobil sudah di dalam jurang. Kita langsung menghubungi Polsek Parapat,” kata saksi mata, Ando Silaban yang ditemui di lokasi kejadian.

Akibat peristiwa itu, Feri Panjaitan tewas di tempat. Sementara Fredi Siagian mengalami patah kaki kanan dan luka di pelipis kanan, telinga kiri dan kaki kanan. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung membawa korban ke RSUD Parapat.

Sopir truk, Fredi Siagian kepada polisi mengatakan mereka baru datang dari Balige tujuan ke Kota Medan. Sesampainya di lokasi, pada jalan tikungan, roda stir mendadak tak bisa diputar. Ia pun kehilangan kendali sehingga truk masuk jurang.

“Awalnya, dari Balige tidak ada masalah, sesampainya di tikungan itu tiba -tiba stir mobil lengket ke kiri. Langsung masuk ke jurang kami,” kata Fredi.

Kapolsek Parapat, AKP Irsol melalui Kanit Lantas Ipda Hendry Koto mengatakan kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal.

“Kedua korban dievakuas ke RSUD Parapat, dibantu Muspika Girsip serta masyarakat. Kita juga mengimbau pengendara supaya lebih hati-hati saat melintas di wilayah hukum Polsek Parapat, mengingat curah hujan tinggi mengakibatkan jalan lincin,” katanya.

Sementara itu, Kepala UGD RSUD Parapat, dr Lidya Saragih membenarkan bahwa akibat kecelakaan itu satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka berat.

“Satu orang dirawat di sini, korban mengalami luka robek di kuping kiri, pelipis atas sebelah kanan, pinggang kanan dan tulang paha kanan patah. Karena luka korban cukup serius, maka akan dirujuk ke RSU Vita Insani Siantar, menunggu persetujuan keluarga dan pihak kepolisian. Yang meningal ada di ruang jenazah,” terangnya. (adi)