Tersangka M diamankan Polrestabes Medan. (foto: ist/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Pakai seragam TNI dengan pangkat pembantu letnan satu (Peltu), seorang pria diamankan Polrestabes Medan. Dari tangannya, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sepuncuk pistol dan sangkur.

“Pria tersebut diamankan karena diduga melakukan tindak pidana membawa, menyimpan, menyembunyikan senjata tajam, senjata penusuk dan atau menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akte otentik sebagaimana dimaksud Pasal 2 (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951 dan atau Pasal 266 (1) KUHPidana,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing, Jumat (31/7/2020).

Martuasah mengatakan, tersangka berinisial M (52), warga Jalan Pintu Air IV, Kecamatan Medan Johor. Ia diamankan pada Kamis (30/7/2020) di Jalan Luku, Medan Johor, sesuai dengan laporan polisi No. LP/ / VII / 2020 / Restabes Medan.

Penangkapan pria yang diduga anggota TNI gadungan tersebut berawal saat Kamis, 30 Juli 2020, ia berada di Jalan Luku hendak menuju Jalan Medan-Binjai. Di tengah jalan, M dihentikan petugas berinisial HP yang curiga dengan seragam TNI yang dipakainya.

“Selanjutnya saudara HP membaea M ke Koramil 05/MB. Saat diperiksa, M didapati membawa senjata jenis airsoft gun, sangkur, KTP, SIM dan KK yang sudah dipalsukan dan atas kejadian tersebut HP membawa pelaku ke Polrestabes Medan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Dalam KTP, SIM, dan KK, disebutkan pekerjaan M adalah anggota TNI. Padahal yang bersangkutan hanyalah wiraswasta. Saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, petugas kemudian menemukan barang bukti lainnya, yakni 4 potong baju dinas TNI, 2 potong kaos TNI, sepasang sepatu PDL, dan 1 baret TNI.

Kepada petugas, tersangka M mengakui perbuatannya. Dia mengaku sebagai anggota TNI agar disegani orang. “Tersangka mengaku sebagai anggota TNI dengan maksud untuk gagahan dan agar disegani orang,” terangnya. (ht/metro24.co)