Tersangka pembunuh pelayan cafe, saat diringkus polisi

MEDAN-M24
Cemburu melatari tewasnya Helda Krista Debora Sinaga. Pria kumpul kebonya mencekik, menjambak dan membenturkan kepala waitres (pelayan) kafe ini ke lantai!

Misteri kematian Helda Krista Debora Sinaga alias Mak Krista (45), terungkap. Itu setelah personel Ditreskrimum Subdit III Unit II Buncil bersama Tim IT Ditreskrimum Polda Sumut menangkap Ferdinan Sihombing alias Landong (29), pacar korban, Selasa
(9/4) sekira pukul 08:00 WIB. Landong diamankan dari tempat persembunyiannya di Desa Lumban Barat, Paranginan,  Humbahas.

Kasubdit III/ Jahtanras Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak pun memaparkan kasus pembunuhan ini, Rabu (10/4). Sebelum pembunuhan terjadi, Landong datang ke Century Cafe, sebuah kafe remang-remang di Jalan Ngumban Surbakti, tempat Krista bekerja.
Ladong tiba sekira pukul 23:00 WIB, Selasa (26/3). Di sana dia melihat kekasihnya sedang melayani seorang pengunjung.

Landong cemburu. Krista yang tahu jika Landong berada di kafe langsung permisi untuk pulang lebih awal. Saat berjalan ke kos-kosannya di Jalan Bunga Sedap Malam XIV A, atau sekitar 300 meter dari kafe, Landong menyusul.

Loading...

Keributan sempat terjadi. Puncaknya Landong menjambak rambut Krista. Sesampainya di kos-kosan, Rabu (27/3) sekira pukul 01:00 WIB, keributan kian memanas. Hingga kemudian Krista meminta agar Landong keluar dari kamar kosnya.
Diusir kekasihnya, Landong main pitam. Pria yang tinggal di Jalan Karya, Pasar V, Cinta Damai, Medan Helvetia itu lalu mencekik leher Krista. Belum puas, pria yang disebut-sebut sudah berkeluarga itu pun membanting tubuh Krista. Kepala korban membentur lantai.
“Di dalam kamar tersangka memiting korban dan membantingnya sehingga kepala korban terbentur. Lalu tersangka menduduki perut korban dan mengatakan ‘pergi lah kau sekarang, bawa baju-bajunya semua. Nggak ada lagi artinya kita sama selama ini,” ungkap Maringan menirukan usapan tersangka Landong.

Setelah itu, Landong kembali Krista dengan tangan kanannya selama 15 menit. Cekikan itu membuat Krista lemas tak berdaya. Tak lama nafasnya terhenti. Bahkan lidahnya menjulur keluar rumah.
“Setelah memastikan korban tak bernafas, tersangka melepas cekikannya. Tersangka lalu mengangkat kepala korban dengan kedua tangannya. Kemudian membantingkannya ke lantai sebanyak dua kali. Korban pun tewas dengan posisi telentang di lantai, dari mulutnya keluar darah,” terang Maringan.

Tak cuma menghabisi nyawa Krista, lanjut Maringan, tersangka mengambil dompet korban yang berisi uang Rp250 ribu.
“Tersangka lalu mengemas pakaiannya dan meninggalkan korban di dalam kamar kos dengan pintu terkunci. Selain uang, tersangka juga membawa HP merk Mito milik korban. Selanjutnya tersangka pergi dengan mengunci pintu kos-kosan. Kunci
kamar dilemparkan ke dalam kamar melalui jendela kaca nako,” beber perwira berpangkat dua melati emas itu lagi.

Sementara dari penangkapan Landong, petugas turut mengamankan barang bukti sepotong celana jeans warna biru tua, kaos warna abu-abu, sepasang sandal warna hitam dan dua buah kunci.
“Saat kita lakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, tersangka mencoba kabur dan melawan petugas. Maka kita lakukan tindakan tegas terukur dan mengenai betis kanannya,” tegas Maringan.

Akibat perbuatannya, tersangka diganjar Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Sementara tersangka mengaku, sudah dua tahun ‘kumpul kebo’ dengan korban. Pria beristri tersebut mengaku menyesal telah menghabisi wanita selingkuhannya itu. “Saya cemburu. Sudah dua tahun kami bersama, tapi ternyata dia masih juga mendekati lelaki lain,” aku Landong.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kematian Krista diketahui setelah Dedek, penghuni kos lainnya, pada Jumat (29/3) sekira
pukul 15:30 WIB, curiga melihat kamar kos korban terkunci dari. Sementara korban tak kelihatan tiga hari. Dedek lalu memberitahukan kepada pemilik kos yang selanjutnya diteruskan ke kepala lingkungan. Saat pintu kamar dibuka dengan kunci duplikat, dipastikan jika Krista sudah dalam kondisi tewas.

Tewasnya Krista sontak membuat warga geger. Polisi kemudian membawa jasad korban ke RS Bhayangkara untuk diotopsi sekaligus memastikan penyebab kematian. (tiopan/ahmad)