Terdakwa Frans Barus di persidangan

PN MEDAN-M24

Berbelit-belit saat memberikan keterangan membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Paulina geram. Dia lalu membentak terdakwa saat sidang tengah berlangsung di ruang sidang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (20/8) sore.

“Yang betul kamu. Kamu bilang tadi uang yang kamu minta dari korban untuk bisnis jual beli mobil. Terus bagi keuntungan. Tapi kok terus menerus kamu minta uang korban. Harusnya kamu bagi uang keuntungan dari bisnis jual beli mobil itu, bukan malah memintai uang korban terus menerus,” bentak JPU.

Mendengar nada JPU mulai meninggi, Frans Adinata Barus (32) warga Jln Karya Wisata No 65 Kel Gedung Johor, Kec Medan Johor/Jln Perjuangan Komplek Griya Setia Budi I No. D-2 Tanjung Rejo, Kec Medan Sunggal lalu menunduk.

Loading...

Terdakwa penipuan ratusan juta rupiah dengan modus jual beli mobil ini berkata kalau dirinya tak bermaksud menipu korban. “Uang yang saya terima dari korban Rp250 juta. Kami bisnis jual beli mobil bekas. Saya pernah ngasih korban total Rp15 juta yang merupakan uang hasil keuntungan,” kata Frans Barus.

Kemudian, terdakwa menjelaskan demi untuk melunasi uang yang sudah diterimanya dari korban, ia pun berniat untuk mendonorkan ginjalnya. Namun tidak jadi.

“Selanjutnya Saifullah (teman korban) telpon dan nyuruh saya datang ke Hotel Polonia, Medan. Dalam pertemuan itu ada polisi dua orang. Kata Saifullah donor ginjal kan gak jadi, terus kembalikan saja uangnya dan saya dipaksa.

Barang saya diambil paksa oleh Saifullah seperti mobil, sepeda motor dan emas. Total Rp138 juta. Setelah itu uangnya diberikan ke korban. Saya diancam dan belum ada melapor ke polisi. Saya tidak bersalah. Uang korban yang belum dikembalikam Rp112 juta,” ungkap Frans Barus.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim yang diketuai oleh Hendra Sutardodo menunda sidang hingga pekan depan. (ansah)