Robin Unggul alias Robin

PN MEDAN-M24

Setelah sempat beberapa kali tertunda, Robin Unggul alias Robin (33) akhirnya menjalani sidang perdana yang berlangsung di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (21/5) sore. Terduga bandar narkotika ini, didakwa memiliki 200 butir pil ekstasi dan terancam hukuman puluhan tahun bui.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho, disebutkan Robin Unggul ditangkap petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan, di kediamannya Perumahan Cemara Asri Jln Salak No. 14 Desa Sampali, Kec Percut Sei Tuan, Kab Deliserdang pada 10 Januari 2019.

Dari terdakwa, petugas mengamankan 200 butir pil ekstasi, yang terdiri dari 15 butir warna biru, 115 butir warna hijau dan 70 butir ekstasi warna merah.

Loading...

“Ekstasi tersebut disimpan pada bungkusan plastik warna hitam di box barang dekat persnelling Mobil Avanza warna silver BK 1208 N milik terdakwa didalam garasi rumah terdakwa,” ucap JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

Lebih lanjut kata JPU, bahwa 200 pil ekstasi tersebut milik Albert, yang meminjam mobil terdakwa sebelum tertangkap.

Sementara, usai persidangan JPU Chandra mengaku sidang ditunda lantaran ketidakhadiran saksi. “Hanya pembacaan dakwaan saja tadi. Saksi polisi tidak hadir karena sibuk PAM (pengamanan),” katanya.

Dalam kasus ini, terdakwa Robin Unggul diancam dengan tiga pasal sekaligus. Diantaranya, Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 131 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ansah)