Soleh Batubara di rumah sakit

DELITUA-M24

Hantaman double stick dan tongkat kayu membuat Soleh Batubara terjerembab ke tanah hingga mandi darah. Tujuh pelaku kabur dengan sepedamotor.

Pecinta film laga pasti tak asing dengan Bruce Lee. Seorang ahli beladiri yang terkenal mahir menggunakan double stick untuk menghajar para penjahat.

Namun, di Jln Besar Delitua, senjata andalan Bruce Lee itu justru digunakan untuk mengeroyok satu orang. Dia lah Soleh Batubara (40), warga Jln Karya Jaya, Kel Gedung Johor, Kec Medan Johor.

Loading...

Informasi berhasil dihimpun, pengeroyokan terjadi, Selasa (17/9) sekitar pukul 19:30 WIB. Saat itu korban sedang bertugas menjaga toko di kawasan Jln Besar Delitua. Baru saja duduk di kursi, Soleh didatangi seorang pria yang identitasnya belum diketahui. Tak lama berselang, enam pria yang mengenakan helm mendatangi Soleh.

Tanpa basa-basi, ketujuh pelaku menghajar Soleh dengan menggunakan double stick serta tongkat kayu. Akibatnya korban terjerembab ke tanah dengan luka di bagian kepala. Korban bahkan sampai muntah darah. Darah juga keluar dari telinganya.

Melihat korban tak berdaya, pelaku melarikan diri ke arah Delitua dengan mengendarai empat sepedamotor.

“Satu orang pun tak berani melerai, Bang. Karena pelaku beramai-ramai menghajar korban dengan double stick dan tongkat kayu,” beber Saiful (40) warga sekitar lokasi kepada metro 24, Rabu (18/9).

Warga baru berani mendekat setelah para pelaku melarikan diri. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Mitra Sejati untuk mendapat pertolongan medis. “Sampai saat ini darah segar masih keluar dari telinga korban,” ujarnya.

Mengetahui peristiwa itu, Anto, yang merupakan rekan korban segera meluncur ke lokasi. Ia pun mengajak pemilik toko memutar rekaman CCTV untuk mengetahui pelaku pengeroyokan.

“Aksi pelaku terekam CCTV dan kita sudah memberi keterangan kepada pihak kepolisian,” beber Anto.

Pengeroyokan sadis yang dilakukan tujuh pelaku itu pun menambah kekhawatiran warga sekitar lokasi. Apalagi sebelumnya terjadi bentrok antardua ormas.

“Baru baru ini ada bentrok ormas di Johor, sekarang korban dihajar OTK (orang tak dikenal). Tadi saya dengar dari pihak kepolisian ada informasi keributan ormas di Flyover Titi Kuning dan Johor. Maka itu saat ini kondisi wilayah hukum Polsek Delitua tidak kondusif,” jelas Aldi (50) diamini warga yang lain di sekitar lokasi kejadian.

Karena itu, mereka meminta pihak kepolisian menggelar patroli rutin. Hal itu untuk memastikan keamanan bagi aktifitas warga.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto melalui Kanit Intel Iptu M Sembiring yang dikomfirmasi mengatakan, tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus pengeroyokan yang dialami Soleh Batubara. “Korban saat ini sedang ditangani medis di rumah sakit. Para pelaku sedang kita kejar,” ucap M Sembiring singkat. (mehuli)