Ketua Majelis Muslimin Indonesia (MMI) Kota Siantar, Ir.Bonatua Pospos, tidak membantah dengan hadirnya Ismael Sikumbang dalam rencana kontestasi Pilkada Siantar, ummat Islam kini punya pilihan baru. foto ist

SIANTAR, Metro24.Co – Politik identitas menjadi pesona para politikus. Karena ini sudah menjadi model atau jurus jitu guna meraup suara pemilih.

Ketua Majelis Muslimin Indonesia (MMI) Kota Siantar, Ir.Bonatua Pospos, tidak membantah dengan hadirnya Ismael Sikumbang dalam rencana kontestasi Pilkada Siantar, ummat Islam kini punya pilihan baru.

“Kehadiran Ismael Sikumbang ini telak membuyarkan konsentrasi ummat Islam untuk fokus pada Hefriansyah. Suara ummat Islam yang awal-awalnya menyatu untuk Hefriansyah, kini tidak bisa dipungkiri terbelah menjadi dua arah,” kata Bonatua, Selasa (25/02/2020) sore.

Tentu saja ini menjadi mimpi buruk bagi Hefriansyah Noor, ketika bakal calon Wali Kota Siantar, Ismael Sikumbang, mulai menampakkan pendampingnya dari sosok muda ini.

Jadi, jangan lagi Hefriansyah Noor menganggap bahwa dia pendulang suara tunggal umat islam di Kota Siantar.

Ismael yang muncul belakangan sebagai bakal calon (balon) Wali Kota Siantar berlatar belakang muslim, sambung Bonatua, kini menjadi alternatif baru. Apalagi, Ismael dikenal masih bersih dan bebas dari konflik politik, apalagi korupsi.

“Hal ini juga menjadi tolak ukur paling mendasar mengapa pemilih muslim terbelah dua. Sebagian merapatkan barisan di gerbong Ismael saat ini,” ujar mantan anggota DPRD Siantar periode 1999-2004 ini.

Masih kata mantan Dewas PDAM Tirtauli Kota Siantar ini lagi, selain memecah suara dari kalangan muslim, Ismael juga diprediksi oleh Bonatua segera memporak-porandakan benteng pertahanan Hefriansyah selaku petahana. Khusus di kalangan ASN utamanya jajaran pejabat Pemko Siantar.

Tentu lanjut Bonatua, jika Ismael Sikumbang hadir bersama Rizki Ananda Sitorus sebagai wakilnya. Kawinnya
dua sosok ini menurut Bonatua, melengkapi mimpi buruk Hefriansyah untuk bisa santai merebut kursi wali kota kembali.

“Bayang-bayang almarhum Hulman Sitorus akan membawa simpati mengalir deras kepada pasangan ini. Rizky yang merupakan anak kandung almarhum Hulman, pastilah paham para pejabat saat ini di jajaran Pemko Siantar.
Orang-orang almarhum ayahnya semua rata-rata pejabat itu. Rizky paham harus bagaimana dan para pejabat itu juga tak mungkin melupakan sejarah,” ungkap Bonatua lagi.

Begitu pun sambung Bonatua, kelak bila Hefriansyah tak berhasil maju di Pilkada Siantar, Bonatua memprediksi,
suara muslim akan menyatu kepada Ismael Sikumbang. “Akan makin mudah merebut suara muslim oleh Ismael.
Karena beliau tinggal calon satu-satunya berlatar belakang muslim. Itu kalau Hefriansyah gagal maju,” sambung
Bonatua.

Dengan menyatunya suara muslim ditambah lagi oleh dukungan suara dari para ASN dan pejabat Pemko Siantar, tentu faktor dari Rizky, maka saya prediksi calon lainnya juga akan tersadar dari mimpi buruk Pilkada Siantar 2020.

“Ismael Rizky, pasangan paling ideal menurut saya. Ini luar biasa dan saya percaya keduanya bisa menyedot suara tertinggi dari masyarakat Kota Siantar kelak,” tutup Bonatua. (red/metro24.Co)

Editor :S Tandang