Aziz Syamsuddin (kanan).

MEDAN, Metro24.co – Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Golkar yang juga Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin, menilai Musda DPD I Golkar Sumut tidak sah. Pasalnya, Musda tersebut dibuka sendiri oleh Plt Ketua Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia (ADK).

Aziz mengatakan, DPP Golkar sudah memutuskan dan memberi mandat ke saya sebagai Waketum untuk membuka Musda. “Secara hasil rapat tadi malam, mandat Ketua Umum diberikan kepada saya sehingga secara mekanisme harusnya saya yang membuka. Tadi kenapa dibuka oleh saudara Doli ya, saya nggak tahu. Di mata DPP belum ada rangkaian Musda. Karena kegiatan itu tidak dibuka oleh DPP,” kata Azis, Senin (24/2/2020).

Azis mengatakan nantinya dia akan datang ke Medan untuk membuka Musda yang sah sesuai mekanisme yang ada dan dengan legalitas mandat yang sah untuk membuka Musda.

Namun, Azis belum memastikan kapan dia akan membuka Musda tersebut. ”Nanti kita perbaiki secara internal. Kita akan adakan secara mekanisme yang benar,” katanya. Terkait diskresi terhadap H Musa Rajekshah (Ijeck), Aziz mengatakan akan menyampaikan hal itu jika sudah membuka Musda Golkar Sumut secara resmi.

Aziz juga mengatakan, Ketua Umum DPP Partai Golkar sudah tahu masalah Golkar Sumut. Jika menyulitkan, Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Golkar Sumut akan digelar di Jakarta. “Ketum sudah saya infokan soal kejadian di Sumut. Arahannya, saya harus selesaikan sesuai hasil rapat terbatas,” katanya.

Soal musda yang digelar dan menghasilkan Ahmad Yasyir Ridho sebagai ketua terpilih, pun kata dianggap tak pernah ada. “Musda harus sesuai AD/ART. Kalau tak sesuai, DPP Partai Golkar tidak akan mengeluarkan SK Pengurusnya. Maka itu, nanti kita gelar musda setelah saya di Medan. Arahan ketum sudah jelas. Kalau susah kali, musdanya kita tarik saja ke Jakarta saja,” bebernya.

Azis menambahkan dirinya akan turun ke Medan, untuk menemukan dan menganalisis fakta-fakta yang ada di lapangan. DPP Partai Golkar akan terus memonitor Golkar Sumut,” pungkasnya. (red/metro24.co)