Musaddad semasa hidup. (foto: istimewa)

MEDAN, Metro24.co – Meninggalnya Asisten Pemerintahan (Aspem) Pemko Medan, Musaddad, di RSUP Haji Adam Malik, masih jadi perbincangan hangat di kalangan ASN/PNS. Terutama soal sebab meninggalnya pejabat eselon II tersebut, Kamis (26/3/2020).

Kabar liar yang beredar di media sosial (medsos) pun ramai membicarakan sebab meninggalnya Musaddad. Banyak yang menduga Musaddad meninggal dalam status pasien dalam pantauan (PDP) corona (Covid-19).

Dugaan ini menguat karena Musaddad meninggal dunia kemarin sore, Rabu (25/3/2020) sekira pukul 17.30 WIB, dan langsung dimakamkan di Perkuburan Mandailing, Jalan Brigjen Katamso, Medan, pukul 20.30 WIB.

Jenazahnya tak dibawa ke rumah di Komplek TVRI, Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung. Penguburan jenazah Musaddad yang begitu cepat mirip cara penguburan pasien corona yang meninggal dunia.

Diketahui Musaddad dilarikan ke RS Adam Malik pada Senin (23/3/2020). Ia menghembuskan napas terakhirnya dua hari kemudian. Tak adanya penjelasan resmi dari pihak terkait mengakibatkan dugaan penyebab meninggalkan pejabat eselon II Pemko Medan itu menjadi bola liar.

Sejumlah pejabat eselon II Pemko Medan yang dihubungi metro24.co tadi malam, menduga kuat Musaddad PDP corona. Apalagi ia diketahui termasuk salah satu pejabat yang ikut mendampingi Plt Walikota Medan saat rapat bersama Menhub, Budi Karya Sumadi.

Kabag Humas Pemko Medan, Arrahman Pane, saat dihubungi wartawan mengaku tak tahu menahu soal penyakit Musaddad. Dia mengatakan, yang lebih berhak memberikan jawaban adalah Gugus Tugas Covid-19 Sumut.

Sementara Kassubag Humas RSUP Haji Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, yang dikonfirmasi wartawan membenarkan ada salah seorang PDP RSUP Haji Adam Malik yang meninggal dunia.

Sayangnya, Rosa tidak memberikan keterangan rinci terkait PDP tersebut. Apakah benar merupakan seorang pejabat Pemko Medan. “Benar, ada seorang PDP kita yang meninggal dunia hari ini,” ungkap Rosa, tadi malam.

Informasi yang beredar di RSUP Haji Adam Malik menyebutkan, PDP yang meninggal dunia meninggal setelah menderita penyakit seperti gejala yang ditimbulkan Covid-19. PDP tersebut kemudian meninggal setelah satu malam dirawat di ruang isolasi.

Sementara Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis, dalam konferensi pers Rabu petang mengatakan, ada tiga orang yang meninggal dunia terkait pandemi corona di Sumut.

Dia mengatakan, dari ketiga pasien meninggal dunia itu, hanya satu orang yang telah positif virus corona. “Dua orang lainnya meninggal dunia dalam status PDP non laboratorium,” kata Riadil yang juga Kepala BPBD Pemprovsu tersebut. (ht/metro24.co)

Editor: H Talib