Suasana Pencarian Korban

DELITUA-M24
Selama 12 jam menghilang, Prayoga (27), warga Jln Jaya Tani Ujung, Link II, Kel Kwala Bekala, Kec Medan Johor ditemukan sudah tak bernyawa. Satu lagi korban dari curah hujan yang tinggi.

Informasi dihimpun, awalnya Prayoga terlihat hendak menyebrangi Sungai Babura yang berada di belakang rumahnya, Sabtu (2/11) sekitar pukul 18:00 WIB. Saat di tengah sungai, tiba-tiba ia menghilang.

Melihat itu, teman korban, Andi Barus (27) sontak menjerit meminta pertolongan. Warga yang mendengar langsung mendatangi lokasi. Setelah mendapat penjelasan dari Andi Barus, jika temannya menghilang di sungai, warga langsung melakukan pencarian. Namun apa daya, saat itu arus Sungai Babura meluap. Upaya pencarian sia-sia.

Suasana pun panik. Salah satu warga lalu melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian dan Tim Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan). Tak lama berselang, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan penyisiran di Sungai Babura. Namun upaya itu juga tak membuahkan hasil. Korban belum ditemukan.

Loading...

“Walau situasi lokasi sungai babura meluap dan deras. Kita tetap mencari keberadaan korban. Setelah enam jam mencari, tetap tidak di temukan. Kita sepakat besok paginya kembali mencari korban,” jelas Kapolsek Delitua, AKP Doly Nelson Nainggolan, Minggu (3/11).

Setelah air Sungai Babura surut, Minggu (3/11), pencarian korban kembali dilakukan. Tak berapa lama, Peri Purwanto (34), dan Ade Sapario (30) melihat tubuh korban tenggelam di bawah rimbunan pohon bambu. Berharap korban masih bernyawa, kedua saksi mengangkat tubuh korban dari dasar air. Begitu diangkat, kaki sebelah kiri korban terlilit tali nilon. Sehingga upaya untuk mengangkat jasad korban nyaris gagal.

Mendapat infotmasi jasad korban sudah ditemukan, warga membawa sejumlah peralatan untuk mengangkat jasad korban. Setelah tali dipotong dengan parang, warga pun mengangkat jasad korban ke pinggir sungai. “Jasad korban ditemukan tidak jauh dari lokasi korban terbawa arus sungai. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Atas permintaan keluarga, tubuh korban tidak divisum,” beber Doly Nelson.

Pantauan di lapangan terlihat ratusan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi jasad korban ditemukan. Setelah dilakukan pemeriksaan di lapangan tubuh korban langsung dilarikan ke rumah orangtuanya. “Kita yang menemukan korban tenggelam di bawah pohon bambu. Korban berada di sungai selama 12 jam. Setelah diangkat ke pinggir sungai, langsung kita bawa ke rumah untuk disemayamkan,” beber kedua saksi. (mehuli)