Korban curanmor.

DELITUA-M24

Habib (35) sontak terkejut saat mengetahui kreta warna merah putih BK 2442 AHU yang dipinjam AB (36) warga Ardagusema, Kec Delitua tidak pulang pulang. Capek mencari ke berbagai tempat dan rumah pelaku, Selasa (5/2) sekira 14.00 WIB, korban mendatangi Polsek Delitua untuk melaporankan pria yang baru dikenalnya itu.

Begini ceritanya broo, sepulang bekerja, korban yang tinggal di Jln Garu I, Kec Medan Amplas bertemu di tengah jalan dengan Mali Tarigan (36) tetangganya. Begitu bertemu, korban diajak Tarigan minum tuak ke Jln Jahe Raya Prumnas Simalingkar Kel Mangga, Kec Medan Tuntungan. Karena yang mengajak kawan lama dan kedan kental, korban pun manut dan langsung tancap gas.

Tiba di lapo, keduanya pun lantas memesan tuak. Sayangnya sore itu tuak sudah habis. AB yang sedari tadi duduk di lapo menawarkan diri untuk membelikan tuak ke warung lain. Karena tidak kenal, korban enggan memberikan kunci kretanya yang baru dikreditnya selama 6 bulan itu. Lantaran Tarigan mengaku kenal dengan AB, korban pun lantas memberikan kunci kretanya. Begitu kunci di tangan, AB langsung tancap gas sambil melambaikan tangan kepada korban.

Loading...

Satu jam menunggu, AB tak juga datang, sehingga korban menjadi was was. Jenuh menunggu, korban pun bersama Tarigan terpaksa menumpang betor pulang ke rumah. “Kejadiannya, Kamis (27/12/2018) lalu. Kami sudah mencari keberadaan pelaku ke rumahnya bersama Tarigan. Tetapi keluarga pelaku enggan untuk merespon keluhan saya. Dan selama ini si Tariganlah yang menahan saya agar jangan dilaporkan masalah ini ke polisi. Tetapi karena tidak ada titik temunya, terpaksalah saya laporkan,” jelas korban.

Mendengar cerita korban, Kapolsek Delitua, Kompol Efianto melalui salah satu petugas SPK langsung menerima laporan korban. Dan berjanji segera memprosesnya. “Segera kita proses kasus yang menimpa korban,” tegas Kapolsek. (mehuli)

editor: juni ardi tanjung