Petugas BPBD Medan memakai APD untuk memakamkan Musaddad. (foto: Facebook/M Husni/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Pemakaman jenazah Asisten Pemerintahan (Aspem) Pemko Medan, Musaddad, yang berstatus pasien dalam pantauan (PDP) virus corona non laboratorium, tadi malam sempat terkendala minimnya alat pelindung diri (APD) petugas BPBD Medan yang akan menguburkannya.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya APD tersedia, dan pemakaman pun dilakukan di Perkuburan Mandailing, Jalan Brigjen Katamso, Medan. Selama proses penguburan, sejumlah pejabat Pemko Medan terlihat tak ikut mengantar ke liang lahat. Mereka tampak berdiri di luar area pemakaman.

Mengapa Pemko Medan bisa kekurangan APD, padahal telah menganggarkan Rp100 miliar untuk biaya penanganan Covid-19? “Punya uang tapi tidak bisa membeli,” kata Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution, kemarin.

Akhyar Nasution mengaku APD seperti hand sanitizer, masker, cairan disinfektan dan lainnya adalah barang langka untuk saat ini. Meski punya uang, Akhyar mengaku tidak bisa membeli APD. Beberapa waktu lalu, ia mengunjungi pabrik pembuatan alkohol atau etanol serta distributor masker.

“Di sana mereka produksi alkohol, cuma stok terbatas, itupun sudah dipesan instansi lain. Pembelian bahan baku untuk pembuatan hand sanitizer itu pun dibatasi, hanya instansi yang boleh, itupun dengan surat resmi,” ujar Akhyar. Menurutnya, ada bantuan APD dari pemerintah pusat. Namun, ia tidak tahu apakah APD dari pemerintah pusat mencukupi kebutuhan yang ada. (red/mbd/metro24.co)

Editor: H Talib