Akhyar Nasution (kiri) dan Bobby Nasution (kanan). (foto: istimewa)

MEDAN, Metro24.co – Akhyar Nasution dan Bobby Nasution merupakan dua bakal calon Walikota Medan yang paling banyak dibicarakan publik. Akhyar merupakan incumbent yang notabenenya Plt Walikota Medan, kader PDIP tulen. Sementara Bobby merupakan menantu Presiden Jokowi, yang beberapa hari lalu resmi menjadi kader PDIP.

Siapakah di antara keduanya yang bakal melaju sebagai kontestan yang diusung PDIP? Pertanyaan dan analisis pun ramai dilontarkan publik, sekaligus dengan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi. Pasalnya, politik itu sangat dinamis, perubahannya detik per detik.

Apalagi hingga saat ini DPP PDIP belum memutuskan siapa yang bakal diusung di Pilkada Medan 2020. Akhyar dan Bobby hanya dipanggil merapat ke DPP PDIP di Jakarta pada 10 Maret 2020 lalu. Saat itu Akhyar diminta menyetor tiga nama di luar PDIP yang bakal mendampinginya.

Sementara untuk Bobby, dia diminta menyetorkan tiga nama dari PDIP untuk mendampinginya di Pilkada Medan. Saat itu Bobby masih belum menjadi kader partai. Nah, beberapa hari kemudian, Bobby resmi diterima sebagai parta berlambang banteng tersebut. Apakah persyaratan untuk Bobby tetap berlaku? Ini yang menjadi misteri.

Ataukah mungkin Akhyar dan Bobby dipasangkan PDIP, mengingat jumlah kursi PDIP cukup untuk mengusung pasangan calon tanpa dukungan partai lain? Tapi publik pun kembali bertanya, apakah mungkin? Karena Akhyar dan Bobby sama-sama bermarga Nasution. Lalu bagaimana dengan etnis lain yang merasa tak terwakili?

Pertanyaan selanjutnya, apakah mau Bobby disandingkan dengan Akhyar, demikian juga sebaliknya. Meski jika itu keputusan DPP PDIP, keduanya harus mematuhinya. Lalu, ujung pertanyaan publik kembali lagi: Siapakah yang direkomendasikan PDIP di Pilkada Medan, Akhyar atau Bobby?

Pertanyaan ini akan terjawab jika rekomendasi Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah keluar. Saat ini semuanya masih fokus menunggu siapa yang bakal diusung oleh PDIP. Publik pun kemudian berandai-andai, Akhyar dan Bobby tetap ‘head to head’ di Pilkada Medan.

Jika akhirnya rekomendasi PDIP jatuh ke tangan Akhyar, Bobby tetap bisa maju. Pasalnya, sejumlah partai selama ini telah merapat ke Bobby. Pertanyaan publik yang bingung pun kembali muncul: Apa mungkin Akhyar ‘head to head’ dengan Bobby? Ada yang bilang mungkin dengan analisisnya. Ada juga yang bilang tak mungkin, disertai analisis juga.

Lalu bagaimana tanggapan Ketua DPC PDIP Medan, Hasyim SE, soal kemungkinan Akhyar dan Bobby disandingkan di Pilkada Medan. “Politik itu dinamis, semua kemungkinan ada, tak boleh berandai-andai, bisa atau tidak,” ujar Hasyim, Senin petang (16/3/2020), usai menerima kunjungan Bobby.

Ketua DPRD Medan ini mengaku DPP sampai hari ini belum memutuskan siapa yang akan diusung di Pilkada Medan 2020. “Kader maju, Akhyar dan Bobby, sampai sekarang DPP belum putuskan itu, DPC masih tunggu itu (keputusan),” paparnya.

DPC PDIP, lanjut dia, saat ini sedang melakukan perbaikan struktur kepengurusan di tingkat PAC. “Tadi kami pleno hanya usulkan ketua PAC. Nanti yang mutuskan DPD PDIP Sumut. Mekanisme PDIP selalu begitu, 2 tingkat di atas. Semua Ketua PAC kita usulkan,” paparnya. (ht/metro24.co)

Editor: H Talib