Aiptu Pariadi dan Fitri semasa hidup

PERBAUNGAN-M24

Dor, dor, dor. Aiptu Pariadi dan istrinya ditemukan tewas bersimbah darah.

Warga Dusun VI Pematang Kayu Arang, Desa Lidah Tanah, Kec Perbaungan, Sergai gempar. Pasangan suami istri (pasutri) Aiptu Pariadi (45) dan Fitri Andayani alias Fitri (45) ditemukan tewas dengan luka tembak di rumahnya, Sabtu (5/10) sekitar pukul 22:30 WIB.

Informasi dihimpun metro 24 di lokasi kejadian, Fitri ditemukan tewas di ruang tamu tepat di depan tv. Terdapat luka tembak dua lobang di bagian leher dan di bawah dagunya. Sedangkan Aiptu Pariadi yang bertugas di Satnarkoba Polres Sergai tewas di depan pintu kamar. Satu luka tembak di bagian kepala.

Loading...

Peristiwa penembakan itu pertama sekali diketahui anak kedua korban, Faisal Dwi Apandi alias Ical (16). Saat itu Ical yang sedang tidur di kamar mendengar kedua orang tuanya bertengkar mulut di ruang tamu. Selanjutnya ia mendengar dua kali suara tembakan.

Ical sontak keluar dari kamar. Ia pun terkejut melihat ibunya sudah terkapar di atas tempat tidur ruang tamu depan tv. Sedangkan ayahnya berdiri di depan pintu kamar. Tak lama, door! Ical menyaksikan langsung ketika ayahnya, Aiptu Pariadi menembak kepalanya sendiri.

Ical langsung menjerit histeris diikuti adik perempuannya Selfi (9) yang berada di kamar. Ical lalu keluar dari rumah untuk memanggil kakeknya Pairan (70) yang tinggal hanya berjarak 50 meter.

Pairan yang tiba dirumah anaknya itu kaget melihat Pariadi dan Fitri sudah terkapar bersimbah darah. Pairan kembali memanggil tetangganya dan melanjutkan ke Polres Sergai.

Menurut Pairan, Aiptu Pariadi dan Fitri menikah 22 tahun lalu. Keduanya dianugrahi tiga anak yaitu Yuda Arianda (20), saat kejadian sedang di luar rumah, Ical dan Selfi.

“Selama ini keduanya baik-baik saja. Jika ada pertengkaran di rumah tangga itu sudah biasa tapi kali ini kami keluarga juga kaget,” papar Pairan yang tidak ingin berbicara terlalu jauh.

Peristiwa itu mengejutkan para tetangga. Salah satunya Supianto (45). “Aku tidak ada mendengar pertengkaran atau ribut ribut dari rumah tersebut, hanya sura letusan senjata api itu yang aku dengar. Semasa hidup mereka baik dengan warga sekitar makanya kami heran kenapa terjadi seperti ini,” ucap Supianto.

Sedangkan tetangga korban lainnya, Sulastri (43) dan Anto (44), mengakui jika pasutri itu dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan warga. “Pariadinya jarang bergaul tapi kalau istrinya sekali-sekali masih mau bergaul,” papar Anto.

Mendapat informasi adanya peristiwa penembakan tersebut, Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putra bersama anggota langsung ke lokasi dan mengevakuasi kedua jasad korban ke RS Sultan Sulaiman Sergai untuk otopsi.

Usai dilakukan otopsi di RS Sultan Sulaiman Sergai, sekitar pukul 14:00 WIB, Jenazah Aiptu Pariadi dan istrinya Fitri dibawa ke rumah orangtua Pariadi, yakni Pairan. Selanjutnya jenazah disolatkan di Masjid Nurul Ikhwan dan dimakamkan di areal perkuburan muslim Dusun I, Desa Naga Kisar, Kec Pantai Cermin, Sergai. Pemakaman tidak dilakukan secara militer.

Kepada awak media, Kapolres Sergai, AKBP Juliarman Eka Putera Pasaribu mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab anggotanya tersebut buhun diri. Pariadi sendiri dikenal baik dan tidak ada masalah dalam tugas. Pariadi juga tidak memiliki catatan melakukan pelanggaran dan sudah lama dibekali senjata api untuk kepentingan tugas.

“Dugaan sementara masalah keluarga. Menurut keterangan dari anak korban, kedua orang tuanya ini sudah sekitar dua hari belakangan ini tidak berkomunikasi. Namun ini masih kita selidiki lebih mendalam untuk memastikan motifnya dan meriksa saksi-saksi dari pihak keluarga,” jelas Juliarman Eka yang turut menghadiri pemakaman Pariadi dan istrinya.

Pihaknya juga menunggu hasil visum untuk memastikan luka tembakan di tubuh korban. “Dari kasat mata ada tiga luka tembakan. Artinya memang ada tiga kali letusan. Kita tunggu hasil dari tim medis,” tukasnya. (darmawan)

Izin ke Komandan Mag Kumat

Aiptu Pariadi ditemukan tewas bersama istrinya. Terakhir, Pariadi diketahui berkomunikasi kepada Kanit Idik Satnarkoba Polres Sergai, Sabtu (5/10) sekitar pukul 08:00 WIB.

“Terakhir Pariadi lapor tidak bisa ikut kegiatan karena kena mag,” jelas Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu kepada M24, Minggu (6/10).

Martualesi menambahkan, Aiptu Pariadi diketahui memiliki loyalitas cukup tinggi. Meski dikenal pendiam, Pariadi merupakan anggota Polri yang pernah mendapat penghargaan atas prestasi mengungkap kasus narkoba.

Pada September 2019, Pariadi sudah dua kali dilakukan tes urine dan hasilnya negatif. Begitu juga dengan tes psikologis Pariadi juga lolos. (darmawan)

Propam Polda Sumut Bentuk Tim

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Utara (Sumut) membentuk tim terkait peristiwa Aiptu Pariadi yang diduga menembak istrinya, Fitri, lalu bunuh diri. Tim melakukan penyelidikan internal dugaan pembunuhan dan bunuh diri oleh Aiptu P.

“Tim sudah kita bentuk dan langsung bekerja berkoordinasi dengan penyidik di lapangan. Ini dilakukan untuk membuktikan apakah kasus ini seperti dugaan sementara atau karena ada faktor dari peristiwa lain,” kata Kabid Propam Polda Sumut, Kombes Yofie Girianto kepada wartawan, Minggu (6/10).

Tim yang dibentuk beranggotakan empat orang. Tim tersebut dipimpin Kepala Subdirektorat Pengamanan Internal Polri, AKBP Sugeng Riyadi. Nantinya, selain berkoordinasi dengan penyidik Satreskrim Polres Sergai di lapangan, penyidik paminal ini juga melakukan penyelidikan sendiri. Mereka akan melakukan penelusuran terhadap rekam jejak Aiptu Pariadi.

Rekam jejak yang dimaksud yakni selama berdinas, komunitas internal Polri maupun interaksi sosialnya di luar kedinasan. “Kita juga melakukan pendalaman terhadap motif atas modus peristiwa,” katanya. (ahmad)