Bunga korban pencabulan.

DELITUA-M24

Pacaran boleh-boleh saja. Asal jangan sampai kebablasan. Apalagi kedua sejoli masih remaja atau bawah umur, maka ujung-ujungnya bakal bergulir ke polisi.

Seperti dialami Bunga (17) -nama disamarkan- siswi kelas XII SMKN di Medan. Akibat pacaran tanpa batas, remaja putri yang ngekos di Jln Raden Saleh Medan itu sudah tak perawan. Disebut-sebut Bunga melakukan hubungan terlarang dengan MRR (16), siswa kelas XI SMA yang ngekos di Jln STM Kel Suka Maju, Kec Medan Johor.

Ketidaksucian Bunga belakangan diketahui kakak kandungnya. Sang kakak yang tak terima lalu menggeret Bunga melaporkan MRR ke polisi. Walau berat hati, Bunga pun tak bisa mengelak.

Loading...

Cerita kakak Bunga saat ditemui di Mapolsek Delitua, Senin (11/3) sekira pukul 16:00 WIB, terungkapnya kasus asusila yang menimpa Bunga terjadi tanpa sengja.

“Saya gak sengaja baca pesan WhatsApp (WA) adik saya. Saya terkejut membaca isi chat antara Bunga dan MRR. Mereka ternyata sudah pernah melakukan hubungan suami istri di kos-kosan MRR,” beber kakak Bunga yang minta identitasnya dirahasiakan kepada kru metro24.

Saat itu juga, sang kakak langsung menginterogasi Bunga. Karena tersudut, Bunga pun tidak lagi bisa mengelak. Bunga akhirnya berterus terang jika dirinya sudah melakukan hubungan intim dengan MRR pada pertengahan Januari 2019 lalu.

Dari pengakuan Bunga itu, sang kakak pun memaksa agar Bunga melaporkan perbuatan MRR. Tak mau ribut dengan kakaknya, Bunga nurut.

“Sata takut terjadi hal-hal yang tidak di ingini, makanya kami paksa dia (Bunga, red) membuat laporan ke polisi,” sebut kakak Bunga lagi.

Sementara cerita Bunga, ihwal pertama mahkotanya direngguta MRR pertengahan Januari 2019. Awalnya Bunga minta dijemput MRR. Begitu dijemput, MRR membawa Bunga ke tempat kosnya. Di kamar kos itulah, MRR merayu Bunga hungga terjadilah hubungan terlarang antara dua remaja ini.

“Waktu itu, saya gak bisa menolaknya, pak,” aku Bunga saat ditanyai polisi.
Terpisah, Kapolsek Delitua Kompol Efianto membenarkan telah menerima laporan korban dan berjanji segera memeroses kasus ini. (mehuli)