Ibu korban

MEDAN-M24

Kasus terhadap kematian Ayi Irmawan (19) belum juga terungkap. Padahal sudah 7 bulan berlalu. Orang tua korban meyakini kalau anaknya dibunuh.

Menurut Irmaliana Harianja (49), ibu kandung Ayi, kematian anaknya yang diduga dibunuh dan telah dilaporkan ke Polrestabes Medan berdasarkan STTLP /290/III/2019/SPKT Restabes Medan tanggal 27 Maret 2019.
Ibu 3 anak itu menceritakan, kematian anak keduanya semula diketahui dari teman korban. Anaknya yang merupakan mahasiswa di salah satu kampus swasta disebut karena kecelakaan lalu lintas (laka) akibat menabrak seekor anjing, pada Senin (11/3) di Jalan Karya Wisata, Kec Medan Johor, tepatnya di depan Perumahan J City, Medan Johor.
Terkait penyidikan kasus ini, Irmaliana merasa ganjil. Karena berdasarkan Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Polrestabes Medan No B /5681/IX/Res 1.7/2019/ Reskrim, tanggal 11 September 2019, diterangkan hasil otopsi di RS Bahayangkara Medan, bahwa adanya pecah tulang tengkorak kepala dan perdarahan pada batang otak akibat ruda paksa benda tumpul kepala bagian depan dan belakang.
“Berarti ada benda tumpul yang dipukulkan ke kepala anak saya. Berarti jelas anak saya dibunuh,” kata Irmaliana.
Irmaliana kecewa karena sampai saat ini kasus dugaan pembunuhan anaknya belum terungkap. “Saya akan terus minta keadilan terhadap kematian anak saya,” tuturnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto ketika dikonfirmasi, Senin (7/10) mengatakan akan mencek laporan tersebut. “Mohon waktu ya bang dicek dulu,”katanya.
Sambung Irmaliana, pada Senin (11/3) sekira pukul 00.30 WIB, anaknya berangkat dari Labura ke Medan dengan menggunakan travel. “Saya yang kebetulan di Medan saat itu bertelepon sama Ayi dan Ayi bilang bahwa besok pagi ada pertandingan tenis meja. Anak saya atlet tenis meja di Labura dan dapat beasiswa di kampusnya sekarang,” ungkapnya.
Keesokan paginya, Irma kembali menelpon Ayi. Namun tidak diangkat. Dirinya sempat berfikir bahwa anaknya saat itu sedang bertanding tenis meja. Kemudian berulang kali dirinya menghubungi Ayi tapi tak diangkat. Hingga pada Selasa (12/3), HP milik anaknya diangkat. Di seberang telpon mengaku adiknya Aldi, teman Ayi, yang baru datang dari di Kotacane.
“Dia mengatakan bahwa anak saya sakit dan memberikan alamat keberadaan anak saya di kos Jalan Karya Wisata Johor,” terangnya.
Irma mendatangi alamat tersebut. Sesampainya di kos, Irma melihat Ayi tergeletak tak berdaya. Dirinya membawa Ayi ke RS Royal Prima, Jalan Ayahanda dan pada malamnya sekira pukul 21.00 WIB, Ayi menghembuskan nafas terakhir. (irwan)