Ilustrasi.

MEDAN, Metro24.co – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran marak di sejumlah tempat di Sumatera Utara (Sumut), dan daerah lainnya. Meski hal itu melanggar peraturan, faktanya tetap eksis.

Penjual BBM eceran pinggir jalan jadi pilihan saat pemilik kendaraan kehabisan BBM di tengah jalan, atau lagi malas mengisi BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) resmi.

Tingginya tingkat permintaan BBM eceran membuat banyak oknum bermain dengan segala cara, mulai ‘bermain’ dengan oknum di SPBU, atau memneli BBM ilegal hasil olahan tambang rakyat yang banyak di Kabupaten Langkat, Sumut, atau daerah lainnya.

Nah, BBM hasil olahan dari tambang rakyat atau BBM oplosan tentunya akan berdampak buruk pada mesin kendaraan dalam jangka lama. Karena kualitasnya tentu lebih baik BBM yang dijual Pertamina. Untuk mengetahui apakah BBM eceran yang anda beli oplosan atau dari Pertamina, berikut cara mengenalinya seperti dilansir Federal Oil, Senin (17/2/2020):

1. Lihat warna BBM yang akan dibeli. BBM oplosan biasanya memiliki warna tak terlalu pekat dan cenderung lebih bening karena sudah dicampur dengan zat lain.

2. Celupkan satu ruas jari ke dalam BBM. Setelah itu, diamkan sekitar 1 menit. Lihat, apakah bensin tersebut menguap dengan cepat atau masih ada yang tersisa di jari. Apabila masih ada yang tersisa dan menempel di permukaan jari, dapat dipastikan itu adalah BBM oplosan.

3. Celupkan koran bekas ke dalam BBM yang terindikasi dioplos oleh penjual. Jika koran tersebut luntur, dapat dipastikan BBM tersebut oplosan. (red/metro24.co)

 

Editor: H Talib