Jakarta, Metro24.co – Seperti diberitakan, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengajukan lima nama calon Kapolri kepada Presiden. Selain Listyo, empat nama lainnya yakni yakni Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto, dan Kabaharkam Komjen Agus Andrianto.

Seperti di info yang beredar, Presiden Joko Widodo disebut telah menunjuk Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.

Namun DPR masih belum menerima surat presiden (supres) dari Presiden mengenai calon Kapolri.

Menurut Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, sampai hari ini belum menerima surat dari Presiden mengenai calon Kapolri. Tentunya kami dalam posisi menunggu saja dan apabila surat tersebut sudah sampai. “Tentunya kami akan melakukan proses sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya, (11/1/2021), di Jakarta, Senin.

Nama Komjen Listyo Sigit sebagai pengganti Jenderl Idham Azis segera dikirim ke DPR, “Ya informasinya demikian (Presiden Jokowi pilih Listyo jadi calon Kapolri),” ujar sumber yang dekat dengan Istana, Senin (11/1/2021), seperti dilansirBeritasatu.com.

JEJAK
Saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo. Listyo merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991. Listyo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Listyo juga dikenal dekat dengan Presiden Jokowi, karena pernah menjabat sebagai Kapolres Solo, Jawa Tengah, pada 2011.

Lalu pada 2014, Listyo menjadi ajudan Presiden Jokowi. Listyo kemudian menduduki sejumlah jabatan di kepolisian, yakni Kapolda Banten pada 2016-2018 dan Kadiv Propam Polri pada 2018-2019 sebelum akhirnya diangkat menjadi Kabareskrim.

Dalam catatan yang didapat, rekam jejaknya terdapat beberapa peristiwa yang menyedot perhatian publik selama masa kepemimpinan Listyo di Bareskrim.

Salah satu yang menarik yaitu penangkapan terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra yang telah menjadi buronan selama 11 tahun. Lalu Listyo pun membongkar praktik suap terkait pelarian Djoko Tjandra.

Skandal tersebut melibatkan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Prasetijo Utomo.

Kemudian, pada Desember 2019, Bareskrim juga menangkap dua pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Insiden yang menimpa Novel itu, terkatung-katung sejak April 2017.

Setelah resmi ditunjuk oleh Presiden, Listyo akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Rencananya proses tersebut akan digelar dalam waktu dekat. Listyo nantinya diminta menjabarkan program-program yang bakal dilakukan saat nanti memimpin Korps Bhayangkara.

Kembali disebutkan, Dasco belum menerima informasi kepastian surpres disampaikan ke DPR. “Sampai saat ini kita belum menerima info, tetapi tentunya Presiden akan menghitung mengenai persyaratan surat harus masuk sebelum batas waktu dari Kapolri yang sekarang pensiun,” kata Dasco, “Kita tunggu saja resminya nanti soal calon Kapolri,” ujarnya lagi.(Ali)

Editor:Arpani/ft:ist