Terduga pelaku sodomi.

LANGKAT-M24

Dugaan sodomi terjadi di salah satu pesantren di Kec Padang Tualang, Kab Langkat. Sebanyak 23 orang santri disebut menjadi korban.

Informasi diperoleh Selasa (12/3) malam. Terduga pelaku sodomi merupakan pemilik pesantren tersebut. Terbongkarnya kasus itu membuat orang tua santri dan massa sekitar pesantren, nyaris menghakimi pelaku berinisial DS. Awak media ini sempat mendatangi pesantren itu untuk menemui DS. Namun belakangan diketahui jika DS sudah diamankan di Polres Langkat.

Sementara keterangan diperoleh dari orang di seputar pesantren, memang mendengar dan melihat bahwa orang tua santri berdatangan untuk menjemput anak masing-masing. “Karena kabarnya ada anak yang sekolah sini telah disodomi sama pemilik pesantren,” ucap seorang pedagang di sekitar pesantren tersebut.

Loading...

Masih diungkapkannya, beberapa orang tua santri kemudian melaporkan DS ke Polres Langkat. “Kabarnya bapak itu telah menyerahkan diri ke Polres Langkat. Untungnya dia cepat dibawa polisi, kalau tidak sudah kena massa dia,” ujarnya.

Sementara di pondok pasantren di aula salah seorang pengasuh berinisial S mengaku syok dengan kejadian ini. “Rasaynya saya tidak percaya,” katanya.

Karena selama 5 tahun mengajar di tempat itu, dirinya melihat tidak ada kejanggalan yang dilakukan DS.

Masih dikatakannya, DS memiliki istri dan dua anak. Karena itulah, dirinya bingung dengan dugaan pelecehan seksual yang menerpa DS. Menurutnya DS juga mengajar di salah satu SMA negeri di Gebang. “Saya dengar saat ini sudah di Polres Langkat karena menyerahkan diri. Saat ini sekitar 500 murid yang belajar di sini kami liburkan dulu takut nanti ada apa-apa di sini,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan, sebanyak 40 orang pengasuh di pesantren prihatin dengan peristiwa ini. “Kabarnya ini sudah terjadi sekitar 2 tahun lamanya,” ungkapnya.
Sementara itu kepala sekolah tempat DS mengajar saat dikonfirmasi via telepon mengaku prihatin dengan kejadian ini. Menurutnya DS berstatus PNS.

Terpisah, pada Selasa (12/3), salah seorang orang tua korban didatangi oleh AB dan melaporkan bahwa anaknya berinisial SA, siswa di pesantren itu menceritakan perihal perlakuan dugaan sodomi tersebut.

Mendapat informasi tersebut kemudian orang tua SA bersama AB menjumpai anak-anak dan menanyai kabar tersebut. Setelah ditanyai satu persatu siswa mengakui telah dicabuli di tempat yang berbeda dengan berbagai cara oleh DS.
Mendengar pengakuan anak-anak korban dugaan sodomi tersebut, orang tua SA kemudian melapor ke Polres Langkat.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Juriadi Sembiring yang ditanyai aplikasi whatsapp belum mau memberi penjelasan detail mengenai dugaan sodomi tersebut. (rudi)