Kombes Audie Latuheru saat menjelaskan penangkapan dua tersangka penyebar video hoax corona. (foto: ali/metro24.co/Dok. Polres Metro Jakarta Barat)

JAKARTA, Metro24.co – Penyebar video viral satpam pingsan karena terinfeksi virus corona (Covid-19) ditangkap. Polisi menangkap dua orang pelaku yang menyebarkan video hoax tersebut.

Kedua pelaku berinisial CL (56) dan LL (29) tersebut ditangkap petugas Polsek Tanjung Duren, Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar). Keduanya menyebarkan video seorang petugas satpam yang pingsan di Petamburan, Jakarta Barat, dengan menambahkan narasi karena virus corona.

Konferensi pers penangkapan kedua pelaku penyebar video hoax tersebut dipimpin langsug Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Audie Latuheru. “Kami mengamankan 2 orang pelaku penyebar berita hoax yaitu CL (56) dan LL (29). Di mana pelaku Cl itu merupakan pelaku yang merekam video security yang jatuh sambil mengatakan terkena virus Corona bersama dengan LL,” katanya, Kamis (26/3/2020).

Kombes Audie menjelaskan, video hoax berdurasi 1 menit 11 detik tersebut viral di media sosial (medsos) karena pelaku menyebut petugas satpam tersebut pingsan karena virus Corona. Video tersebut membuat resah masyarakat. “Video tersebut viral hingga menyebabkan keresahan masyarakat. Mereka menyebarkan ke group whatsapp-nya dan menjadi viral,” terangnya.

Menurut Kombes Audie, kedua pelaku ditangkap lantaran menyelipkan kata-kata virus Corona. Padahal keduanya belum bisa memastikan kebenarannya. Hal ini, sebutnya, yang menyebabkan keresahan di masyarakat.

“Karena saat ini marak terjadi adanya video orang sakit yang lain seperti halnya dibilang sakit jantung kemudian dimasukin kata-kata yang bersangkutan terkena virus Corona, sehingga menimbulkan keresahan terhadap masyarakat,” ujarnya.

Kedua pelaku sudah ditahan di Polres Metro Jakarta Barat. Atas perbuatannya mereka dikenakan Pasal 28 ayat 1 junto 45 a ayat 1 UURI Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 15 UU RI Nomor 1 tahun 1946, dan UU RI No 1 tahun 1946 terkait penyebaran berita bohong atau hoax. “Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan untuk UU RI No 1 tahun 1946 ancaman 2 tahun penjara,” tutupnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seorang satpam yang pingsan. Dinarasikan, korban pingsan terkena Virus Corona Disease 2019 (COVID-19), Senin (23/3/2020). (alic/metro24.co)

Editor: H Talib