Kondisi Recxy.

LANGKAT-M24

Teddy Pramono, oknum personel Satres Narkoba Polres Langkat, membantah jika dirinya telah melakukan pemukulan dan penodongan terhadap RE, pelajar warga Jalan Cemara, Jati Negara, Kec Binjai Utara.

Namun diakui Teddy, saat itu dirinya memang ada menjemput adiknya, Recxy Efiza Hermawan yang dikeroyok oleh puluhan orang di Kebun Lada, Binjai Utara, pada Kamis (18/4) malam.

“Tidak benar saya melakukan penganiayaan terhadap RE dan penodongan senjata kepada si Meru apalagi melepaskan tembakan ke lantai saat itu,” bantahnya melalui pesan WatsApp kepada wartawan, Sabtu (20/4).

Dijelaskan Teddy, saat itu dirinya berada di rumah dan sedang tidur. Lantas, istrinya mendapat telpon dari keluarga yang mengatakan adiknya dikeroyok oleh sekitar 10 pemuda di Simpang Kebun Lada Binjai.

“Saya langsung ke lokasi dan saat itu saya melihat adik saya sudah berlumuran darah di bagian kepala. Selanjutnya saya bawa adik saya untuk mencari pelaku,” kata Teddy sembari mengatakan, mereka berhasil menemukan dua pemuda yang mengaku ikut melakukan pemukulan tersebut.

Selanjutnya, papar Teddy, kedua remaja tersebut dibawa ke Polsek Binjai Utara dalam keadaan sehat. Namun Polsek Binjai Utara menyarankan untuk dibawa ke Polres Binjai dan selanjutnya bersama personel Polsek Binjai Utara membawa kedua pemuda ke Polres Binjai.
Sampainya di Mapolres Binjai, lanjut Teddy, pihak Polres Binjai menyarankan untuk tidak malam itu membuat laporan, dengan alasan juper masih banyak berkas.

“Selanjutnya saya membawa adik saya berobat ke rumah sakit. Sedangkan kedua pemuda terduga pelaku, saya titipkan kepada piket SPKT,” ungkapnya.

“Tapi setelah saya kembali ke Polres Binjai, kedua pemuda itu sudah tidak ada dan berdasar keterangan piket SPKT, bahwa mereka dibawa oleh keluarganya untuk membuat laporan ke Polres Langkat atas tuduhan saya ada melakukan pemukulan dengan senjata. Bahkan ada warga yang juga membuat pengaduan dan menuduh saya melakukan penembakan. Padahal saya tidak ada melakukan kekerasan,” tegasnya.

Pengakuan Brigadir Teddy berbanding terbalik dengan dua pelajar yang dibawanya, yakni RE dan Meru. Menurut RE, mereka hanya memisah perkelahian adik Teddy dengan Nugi (teman RE).

Setelah berhasil memisah, adik Teddy dan Nugi pergi meninggalkan lokasi. Berselang 30 menit, Teddy datang bersama temannya dan mendatangi RE di lokasinya berjualan, tak jauh dari Simpang Kebun Lada.

Teddy langsung menodongkan senjata dan memukul RE. Bahkan RE diseret untuk masuk ke dalam mobilnya. Akibat pukulan dengan pistol itu, RE mengalami luka robek di kepala.

Sementara Meru, juga ditodong. Bahkan kedua pelajar serta sejumlah temannya yang lain mengaku Teddy meledakkan senjata api. (rudi)