PN Medan

PN MEDAN-M24

Kurir 2 kg sabu, Zulhemi alias Zul (39) dan Muhammad Safrial (32) dituntut berbeda oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jacky Situmorang dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (20/8) siang.

Jaksa menuntut terdakwa Zulhemi dengan pidana selama 12 tahun penjara denda Rp2 miliar subsider 2 tahun kurungan. Sedangkan rekannya, Muhammad Safrial dituntut 7 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

“Perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” cetus jaksa.

Loading...

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Feri Sormin menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Dikutip dari dakwaan jaksa disebutkan, pada tanggal 6 Desember 2018, petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan, mendapat informasi kedua terdakwa yang merupakan kurir sabu tersebut hendak melintas menuju ke Jln Mandala By Pass, Medan.

Berbekal informasi tersebut, petugas lantas melakukan penyelidikan dan melihat mobil Honda HRV BK 1811 MG, yang dikemudikan terdakwa Zulhelmi, dan rekannya Safrial dihentikan petugas.

Setelah mobil tersebut berhenti, petugas langsung menggeledahnya dan ditemukan 1 kg sabu dari bawah kursi mobil tempat terdakwa Zulhemi duduk.

Tanpa pikir panjang, petugas langsung mengamankan kedua terdakwa, serta menyita 1 bungkus sabu. Berdasarkan temuan barang bukti tersebut, petugas mengintrogasi kedua terdakwa. Hasilnya, dari pengakuan Zulhemi mengakui bahwa sabu tersebut miliknya dengan maksud dijual.

Tak hanya itu, dari pengakuan Zulhemi juga mengakui masih menyimpan 1 bungkus plastik sabu di rumahnya Kota Langsa Aceh. Atas pengakuan tersebut, petugas membawa kedua terdakwa ke Kota Langsa Aceh.

Setibanya di sana, petugas menemukan 1 kg sabu dari dalam lemari pakaian. Sehingga total barang bukti yang ditemukan petugas menjadi 2 kg. (ansah)