Tersangka & BB saat dipaparkan.

BINJAI-M24
Satres Narkoba Polres Binjai menggagalkan penyelundupan 19 bal atau seberat 18 Kg, ganja kering dari Bus Atlas tujuan Aceh-Medan, Rabu (27/3) subuh.
Belasan bal daun ganja siap edar itu diamankan dari seorang penumpang bus bernama Faisal (32) warga Dusun Buket Jouk, Desa Panton Rayeuk, Kec Banda Alam, Kab Aceh Timur.
“Saat diamankan, bus melintas di Jln T Amir Hamzah, Kel Nangka, Kec Binjai Utara,” Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto SIK, Kamis (28/3).
Saat diinterogasi, tersangka Faisal mengaku disuruh mengantar barang haram tersebut ke Medan. “Penangkapan tersangka bermula dari adanya informasi yang menyebut ada seorang penumpang bus membawa ganja dalam ukuran besar,” papar AKBP Nugroho.
Menindaklanjuti informasi berharga itu, Polres Binjai mengerahkan tim Opsnal Satres Narkoba untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, tim mendapat informasi adanya jadwal keberangkatan bus diduga ditumpangi kurir ganja di kawasan Binjai.
“Begitu dihentikan, petugas langsung menggeledah seluruh isi bawaan penumpang. Dan dari dalam bagasi, ditemukan barang bukti satu karung berisi 19 bal ganja seberat 18 Kg yang dibalut lakban warna kuning,” terang Kapolres.
Penumpang bus bernama Faisal yang membawa gaun ganja tersebut tak berkutik saat diciduk polisi. Ia mengaku disuruh mengantarkan ganja tersebut ke Medan.
Dijelaskan Kapolres, tersangka mencoba mengelabui petugas dengan menempatkan 19 bal ganja di dalam karung berisi lengkuas. Namun setelah diperiksa, di dalamnya ada 19 bal daun ganja. “Pelaku dijanjikan upah sebesar Rp1 juta untuk mengantar barang sampai ke tujuan,” ujarnya.
Sementara Faisal saat diinteogasi, mengaku terpaksa menjadi kurir ganja karena kepepet butuh uang untuk membeli baju seragam sekolah anaknya. “Saya cuma disuruh ngantar aja dan dijanjikan dapat upah Rp1 juta. Uangnya buat biaya keperluan anak sekolah,” kilahnya.
Akibat perbuatannya, tersangka Faisal bakal dijerat Pasal 114 ayat 2 subs pasal 111 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup dan minimal 6 tahun. (sopian)