(foto: ist/metro24.co)

JAKARTA, Metro24.co – Sebanyak 19.800 kendaraan pemudik dipaksa putar balik hingga hari ini di Pos Penyekatan Larangan Mudik KM 31 Tol Cikampek, Cikarang Barat, Jawa Barat (Jabar), Rabu (20/5/2020).

Hal itu disampaikan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo SIK MTCP, saat menerima kunjungan pengecekan dari Wakapolri, Komjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono MSi, yang didampingi Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Asops Kapolri, Kakorlantas Polri, dan Kadiv Humas Polri.

“Sampai dengan saat ini, sejak dimulainya operasi pos di Cikarang Barat pada tanggal 24 April, sejak awal puasa, sudah 19.800 kendaraan yang diputar balik,” katanya.

Kombes Pol Sambodo menjelaskan, pos penyekatan di Cikarang Barat ini merupakan salah satu dari 18 pos penyekatan larangan mudik Operasi Ketupat 2020. Dari jumlah itu, 16 pos berada di jalan arteri dan hanya 2 pos yang berada di jalan tol, yakni Pos Penyekatan Cikarang Barat dan pos penyekatan di Tol Cikupa Arah Merak, Banten.

“Pos Cikarang Barat adalah pos yang ditempati oleh 361 personel gabungan, sinergi antara Polri (Lantas, Sabhara, dan Brimob) dengan Dishub,” terang Kombes Pol Sambodo.

“Alhamdulillah, sampai saat ini situasi aman terkendali dan seluruh personel dalam keadaan sehat tidak ada yang terpapar COVID-19,” tambahnya.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy memperkirakan, di hari keempat sebelum lebaran ini akan terjadi peningkatan pelanggaran larangan mudik, khususnya di pos penyekatan Cikarang Barat. “Peningkatan ini diprediksi masih akan terjadi beberapa hari ke depan, mengingat hari ini merupakan hari terakhir bekerja,” katanya.

Namun demikian, pihak kepolisian telah menyiapkan penjagaan selama 24 jam di seluruh pos pengamanan Operasi Ketupat 2020 di pulau Jawa dengan lebih dari 2.500 titik. Komjen Pol Gatot Eddy memaparkan, sejauh ini, selama 27 hari berjalannya larangan mudik, terjadi penurunan arus lalu lintas, terutama di wilayah Jabodetabek. (ZT/metro24.co)