Polisi melakukan cek TKP

MEDAN-M24

Komplotan begal bersenpi kembali merajalela. Kali ini, seorang wartawan harian terbitan Medan menjadi korban. Para pelaku nyaris menghabisi nyawa korban dengan senjata api (senpi) sebelum akhirnya berhasil menggasak sepedamotor dan sejumlah harta beda miliknya.

Kejadian ini yang dialami Azwandi Lubis di Jln Besar Medan-Namorambe, kawasan Pasar 4 persis di depan sekolah Cerdas Bangsa, Minggu (28/7) sekitar pukul 03.30 WIB. Sepedamotor Yamaha N Max miliknya yang belum sebulan ia beli pun dibawa kabur para pelaku.

“Mereka ada lima sepedamotor konvoi dari arah Jalan Karya Jaya, Johor. Mungkin saya sudah diikuti mereka sebelum dibegal. Kejadian begitu cepat, tiba-tiba sepedamotor saya dipepet dan kunci kontak diambil,” ungkap Azwandi, Minggu (28/7).

Loading...

Dia menceritakan, sebelum kejadian Azwandi pergi untuk membeli makanan di Jln Besar-Medan Namorambe dan hendak pulang ke rumah. Kondisi jalan saat itu sangat gelap.

“Gak jauh dari tempat beli Mie Aceh kurang lebih 1 kilometer itulah datang pelaku. Mereka matikan lampu sepedamotornya sengaja biar tidak ketahuan,” tambahnya.

Menurutnya salah seorang pelaku sempat menikamkan pisau kepadanya. Namun ia melawan. “Selanjutnya datang lagi kawan mereka ditodongnya saya pakai senjata api, tidak tahu apakah benar atau tidak. Di situlah saya turun daripada nyawa melayang,” ujarnya.

Begitu sepedamotornya berhasil dibawa kabur, para pelaku kemudian memutar arah menuju Jln Karya Jaya, Medan Johor. Pria yang juga merupakan jurnalis ini meminta agar aparat kepolisi bergerak cepat untuk menangkap pelaku.

“Jadi selain motor, telepon genggam saya I-Phone juga dibawa kabur oleh para pelaku. Jumlahnya kalau saya tidak salah ada 10 orang, anak-anak tanggung dari wajahnya,” ujar Wandi.

Ia sempat kecewa dengan Polsek Namorambe saat melaporkan kejadian itu. Pasalnya petugas mempersoalkan sepedamotor yang dibelinya belum memiliki surat-surat lengkap.

“Ya memang sepedamotor saya itu baru sebulan saya beli, kontan lagi. Belum keluar plat BK nya memang. Jadi sewaktu saya melapor ke Polsek Namorambe mereka minta dilengkapi terlebih dulu surat-suratnya. Kalau menunggu itu ya sudah lari pelakunya. Tapi saya berharap polisi bisa segera menangkap para pelaku karena kalau tidak mereka bakal ketagihan,” pungkasnya.(ahmad)